JAKARTA – Pemerintah menguji penggunaan cairan bantuan dari Brasil untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Cairan itu disemprotkan dari udara menggunakan helikopter dan juga bisa digunakan secara manual oleh petugas di lapangan.
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengatakan teknologi tersebut sudah diuji coba di Sumatera Selatan dan Kalimantan.
“Jadi satu cairan, ya. Jadi kalau misalnya disemprotkan, itu akan mengendap, kemudian bisa mematikan. Ini sudah kita uji coba di Sumatera Selatan, di Kalimantan,” kata Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu, 11 Oktober.
Dudung mengatakan dirinya terlibat dalam penanganan karhutla sebagai Ketua Dewan Pengarah.
Menurut Dudung, pemerintah sebelumnya berencana meninjau Sumatera Selatan untuk melihat langsung penanganan kebakaran. Namun, rencana itu belum terlaksana.
Cairan bantuan dari Brasil tersebut akan digunakan terutama melalui udara.
“Via udara. Jadi nanti melalui heli tetap. Termasuk manual juga melalui anggota nanti yang akan dilibatkan,” ujarnya.
Dudung berharap penggunaan cairan itu dapat membantu mempercepat pemadaman.
“Mudah-mudahan ini kita akan terus berlanjut dan segeralah bisa dipadamkan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Dudung juga ditanya soal kabar Perdana Menteri Malaysia mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto terkait karhutla.
“Informasinya demikian. Tapi kita masih maksimal lah berupaya,” ujar Dudung.
Sebelumnya, pemerintah juga mengerahkan penanganan melalui satgas udara dan darat serta melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan masyarakat.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
