JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memperingatkan eskalasi konflik di Timur Tengah dapat membawa kerugian besar, bukan hanya terhadap keselamatan warga sipil tetapi juga stabilitas perekonomian global.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo setelah bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 11 Oktober.
“Pandangan kami adalah setiap eskalasi akan memberikan dampak yang sangat merugikan kondisi keselamatan warga sipil serta stabilitas dunia terutama perekonomian global,” kata Prabowo.
Indonesia dan Mesir, menurut Prabowo, sama-sama menyampaikan keprihatinan terhadap perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Kedua negara mendorong deeskalasi dan meminta seluruh pihak menahan diri.
“Kami terus menganjurkan deeskalasi, pengendalian diri, penghormatan terhadap kedaulatan, hukum internasional, sesuai dengan Piagam PBB serta menekankan pentingnya dialog dan diplomasi,” ujarnya.
Pembicaraan regional juga mencakup Palestina.
Prabowo dan El-Sisi mengecam kekerasan yang mengakibatkan korban warga sipil serta pembangunan permukiman ilegal Israel yang dinilai semakin memperburuk keadaan.
Indonesia tetap mendukung pembentukan negara Palestina melalui solusi dua negara dan bersama Mesir berkomitmen membantu proses perdamaian, bantuan kemanusiaan serta rekonstruksi Gaza.
Prabowo mengatakan Indonesia dan Mesir juga ingin meningkatkan konsultasi dan koordinasi dalam berbagai forum internasional.
Menurut Prabowo, perkembangan konflik regional membuat komunikasi kedua negara semakin penting karena dampaknya dapat meluas jauh di luar kawasan Timur Tengah.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
