JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak volatil pada perdagangan Jumat, 9 Oktober, setelah terkoreksi tajam pada perdagangan sebelumnya. Tekanan jual yang meningkat membuat investor perlu mencermati area support 6.000 sebagai salah satu penentu arah pergerakan indeks.
Pada penutupan perdagangan Kamis, 8 Oktober, IHSG melemah 115,44 poin atau 1,88 persen ke level 6.031,28. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 6.031,28 hingga 6.179,09.
Tekanan jual terlihat dari dominasi saham yang berakhir di zona merah. Sebanyak 497 saham melemah, sedangkan 171 saham menguat dan 119 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp12,7 triliun.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana dalam riset MNCS Daily Scope Wave edisi Jumat, 9 Oktober 2026, menilai IHSG masih berpeluang mengalami penguatan teknikal. Dalam skenario optimistis, indeks berpotensi menguji area gap di level 6.227–6.231.
Namun, investor tetap perlu mewaspadai kemungkinan koreksi lanjutan. MNC Sekuritas memperkirakan area koreksi jangka pendek berada di kisaran 6.008–6.025. Jika IHSG menembus level 5.973, indeks berpotensi melanjutkan koreksi menuju rentang 5.850–5.911.
MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG pada 6.018 dan 5.973, sedangkan resistance berada di 6.297 dan 6.376.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar masih mencermati perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat, terutama setelah risalah rapat Federal Reserve atau The Fed kembali menyoroti kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini. Sikap moneter yang cenderung ketat dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang.
Di dalam negeri, investor juga akan memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah dan arus modal asing. Pelemahan rupiah dapat menambah tekanan terhadap saham-saham tertentu, terutama emiten yang memiliki kebutuhan impor tinggi atau kewajiban dalam valuta asing.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG pada Jumat diperkirakan masih rentan terhadap tekanan jual, meskipun peluang pemulihan teknikal tetap terbuka. Kemampuan indeks bertahan di atas area 6.000 menjadi perhatian penting bagi investor untuk menilai apakah tekanan jual mulai mereda atau koreksi berlanjut.
Investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham, mencermati level teknikal, serta menerapkan manajemen risiko di tengah volatilitas pasar yang tinggi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
