
JAKARTA – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menargetkan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan dampak ekonomi hingga hampir Rp5 triliun.
Ajang MotoGP yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 tersebut juga melibatkan hingga 3.000 tenaga kerja lokal dan sekitar 600 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan basis lebih dari 632 juta penggemar secara global dan jangkauan siaran di hampir 200 negara, MotoGP Mandalika menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, penyelenggaraan MotoGP di Mandalika tidak hanya berfokus pada balapan, tetapi juga pada dampak jangka panjang bagi perekonomian dan pengembangan destinasi wisata.
“MotoGP Mandalika bukan sekadar tiga hari balapan. Namun, lebih dari itu, yang kita bangun adalah legacy untuk Indonesia. Event ini menjadi katalis untuk mengembangkan destinasi, memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membawa Indonesia dan Mandalika ke panggung global,” kata Maya dalam keterangan resmi, Kamis, 8 Oktober.
Menurut Maya, keberlanjutan penyelenggaraan MotoGP membutuhkan kerja sama lintas kementerian, lembaga, BUMN, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi pada Rabu, 7 Oktober 2026, yang berfokus pada keberlanjutan MotoGP di Indonesia serta optimalisasi dampaknya terhadap ekosistem pariwisata dan perekonomian nasional, khususnya di NTB.
Maya mengatakan, dampak MotoGP tidak berhenti setelah balapan selesai. Ekosistem yang terbentuk di Mandalika turut membuka peluang pengembangan talenta lokal, baik di lintasan balap maupun dalam penyelenggaraan ajang internasional.
Salah satunya melalui 380 marshal asal NTB yang telah mendapatkan pelatihan sesuai standar Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). Sejumlah marshal tersebut bahkan memperoleh kesempatan bertugas dalam ajang balap internasional di luar negeri, termasuk di Sepang, Malaysia.
Indonesia juga memiliki pembalap yang berkompetisi di tingkat dunia, yakni Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di kelas Moto3.
“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan MotoGP bukan hanya siapa yang menjadi juara di lintasan. Keberhasilannya juga harus terlihat dari seberapa besar ekonomi yang tumbuh, seberapa kuat Indonesia dikenal dunia, dan berapa banyak talenta Indonesia yang lahir dari ekosistem yang dibangun. Itulah legacy yang ingin kita jaga bersama,” ujar Maya.
Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai penyelenggaraan MotoGP selama lima tahun terakhir memberikan pengaruh terhadap perkembangan ekosistem pariwisata di NTB.
“Setelah lima tahun, kami melihat MotoGP memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap perkembangan pariwisata di NTB. Trafik menuju Mandalika terus berkembang, diikuti pertumbuhan hotel, restoran, penerbangan, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Ini menunjukkan bahwa sebuah event internasional dapat menjadi katalis yang mendorong pertumbuhan ekosistem secara lebih luas,” kata Dony.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi tahun kelima penyelenggaraan MotoGP di Mandalika sejak 2022. Jumlah penonton tercatat terus meningkat, dari 102.929 orang pada 2023 menjadi 121.252 orang pada 2024, kemudian naik menjadi 140.324 orang pada 2025.
Peningkatan jumlah penonton tersebut turut mendorong kebutuhan konektivitas menuju NTB. Berdasarkan data InJourney Airports, terdapat 66 penerbangan tambahan di Bandara Internasional Lombok untuk mendukung peningkatan kapasitas angkutan udara selama periode MotoGP 2026.
Tambahan penerbangan tersebut terdiri atas 48 penerbangan tambahan, 11 penerbangan sewa atau charter, empat penerbangan yang menggunakan pesawat berukuran lebih besar, serta tiga positioning flight.
Tingkat hunian akomodasi di sekitar Mandalika juga dilaporkan mendekati 100 persen menjelang penyelenggaraan MotoGP 2026.
Deputy CEO MotoGP Sports Entertainment Group Carlos Ezpeleta mengatakan, Indonesia memiliki posisi strategis bagi perkembangan MotoGP di kawasan Asia.
“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi MotoGP. Besarnya antusiasme penggemar, termasuk tingginya penjualan tiket, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki basis penggemar yang kuat. Kami melihat potensi yang besar untuk terus mengembangkan MotoGP di Indonesia, tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga dari sisi ekonomi dan pariwisata,” ujar Carlos.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
