Honda Super Cub 50 Jadi Motor Terbaik Kelas 50cc di Japan Bike of the Year 2026


JAKARTA – Honda Super Cub 50 meraih peringkat pertama kelas 50cc dalam Japan Bike of the Year 2026. Model yang telah menjadi bagian dari sejarah sepeda motor Honda itu mengakhiri perjalanan versi 50cc pada 2025 setelah bertahan selama 67 tahun.

Perjalanan Honda Super Cub bermula pada 1958 ketika Honda memperkenalkan Super Cub C100. Sejak awal, motor tersebut dirancang dengan mengutamakan kebutuhan pengguna. Konsep seperti kopling sentrifugal otomatis, rangka underbone, serta kemudahan membawa barang telah menjadi bagian dari desain Super Cub generasi pertama.

C100 dikembangkan di bawah arahan langsung pendiri Honda, Soichiro Honda. Pada masa itu, mesin berkapasitas sangat kecil dengan konfigurasi empat langkah lebih sulit diproduksi sehingga mesin dua langkah lebih umum digunakan. Namun, Honda memilih mesin empat langkah dengan mempertimbangkan tingkat kebisingan dan efisiensi bahan bakar.

Untuk memudahkan penggunaan, terutama bagi pekerjaan seperti mengantar makanan, C100 menggunakan kopling sentrifugal otomatis tiga percepatan yang memungkinkan pengendara berpindah gigi tanpa mengoperasikan tuas kopling.

Honda juga menggunakan rangka underbone yang memudahkan pengendara menaiki motor sekaligus memberikan ruang untuk membawa barang. Berbagai konsep tersebut pada saat itu tergolong belum umum dan pengembangannya disebut menghadapi berbagai kesulitan.

Upaya tersebut kemudian menghasilkan kesuksesan global. Pada 1966, Honda memperkenalkan Super Cub C50 dengan mesin yang berubah dari OHV menjadi OHC. Model tersebut selanjutnya mengalami sejumlah pembaruan dan bertahan hingga 2012.

Pada 2012, Honda memperbarui mesin sekaligus mengubah desain Super Cub menjadi lebih bersudut. Lima tahun kemudian, pada 2017, desainnya kembali menggunakan bentuk klasik. Pada periode tersebut, produksi kumulatif Super Cub di seluruh dunia bahkan telah melampaui 100 juta unit.

Perjalanan Honda Super Cub 50 berlanjut hingga model Final Edition 2025. Setelah itu, produksi versi 50cc berakhir akibat penerapan berbagai regulasi emisi. Dengan berakhirnya produksi tersebut, Super Cub 50 menutup sejarah panjangnya selama 67 tahun.

Meski versi 50cc telah dihentikan, konsep Super Cub tetap berlanjut melalui Super Cub 110 yang dapat dikendarai dengan lisensi sepeda motor kelas moped sesuai keterangan sumber.

Honda Super Cub 50 Final Edition menggunakan warna Bonnie Blue yang terinspirasi dari Super C50 generasi pertama pada 1966. Model terakhir tersebut juga dilengkapi emblem khusus, rak pembawa barang dengan warna senada, aksen krom, jok dua warna abu-abu, serta kunci khusus.

Untuk model Honda Super Cub 50 tahun 2025, motor ini menggunakan mesin satu silinder 49 cc, pendingin udara, empat langkah, OHC dua katup. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 3,7 PS atau 2,7 kW pada 7.500 rpm dan torsi maksimum 3,8 Nm pada 5.500 rpm.

Tenaga disalurkan melalui transmisi empat percepatan dengan pola perpindahan kembali. Super Cub 50 memiliki tangki bahan bakar berkapasitas 4,3 liter, tinggi jok 735 mm, jarak sumbu roda 1.210 mm, serta bobot 96 kg. Sementara versi Super Cub 50 PRO memiliki bobot 108 kg dan jarak sumbu roda 1.225 mm.

Konsumsi bahan bakar Super Cub 50 tercatat 69,4 km/l berdasarkan metode WMTC, sedangkan versi PRO mencapai 67,4 km/l. Keduanya menggunakan rem tromol di roda depan dan belakang.

Honda Super Cub 50 diproduksi di Jepang. Harga yang tercantum saat model tersebut dipasarkan adalah 247.500 yen, termasuk pajak konsumsi 10 persen. Dengan kurs jual Rp113,67 per 1 yen berdasarkan data kurs 8 Oktober 2026 yang diberikan, nilai tersebut setara sekitar Rp28,13 juta. Sementara Super Cub 50 PRO dibanderol 269.500 yen, atau sekitar Rp30,64 juta.

Dengan penghentian produksi versi 50cc pada 2025, Super Cub 50 kini menjadi bagian dari sejarah panjang Honda. Namun, model tersebut tetap mencatatkan pencapaian terbaru setelah meraih posisi pertama kelas 50cc dalam Japan Bike of the Year 2026.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *