JAKARTA – Film horor supranatural terbaru bertajuk Rambut Sewu: Satu Langkah Getih menyuguhkan tantangan akting yang tidak biasa bagi dua bintang mudanya, Wavi Zihan dan Yusuf Mahardika. Wavi didapuk melakoni adegan ekstrem saat karakternya dirasuki tiga entitas gaib sekaligus.
Wavi menceritakan antusiasmenya saat pertama kali menerima naskah dan mengetahui kompleksitas adegan supranatural yang harus ia jalani di depan kamera.
“Karena memang ketika menerima project ini dan tahu pemainnya siapa aja, tuh aku kayak, ‘Oke, let’s go, ayo!’. Selama proses syuting pun jadinya fun banget dan terasa nggak berat kok sebenarnya,” ujar Wavi Zihan di Jakarta Pusat, Selasa, 6 Oktober.
Kendati menikmati jalannya produksi, Wavi tak menampik bahwa adegan kesurupan multi-entitas tersebut menuntut stamina dan konsentrasi fisik yang sangat menguras energi.
“Karena aku tahu dari awal menerima project ini tuh, ‘Aduh, challenging banget nih. Biasanya kesurupan satu, ini tiga,’ gitu kan. Tapi, siapa takut!” ungkapnya antusias.
Karakter makhluk gaib yang merasukinya bahkan memiliki gestur liar dan bertenaga besar yang mengharuskan dirinya melakukan riset gestur secara mendalam.
“Salah satu kesurupannya juga entitasnya tuh yang kayak apa ya… belut listrik nih! Makanya kenapa aku ke rumah Taskya untuk ngobrol-ngobrol dan mencari bentuk-bentuk possessed-nya seperti apa,” beber Wavi.
Wavi merinci bahwa setiap wujud entitas yang merasuki karakternya membawa motif dan latar belakang emosi yang sangat berbeda.
“Serta apa makna di balik kesurupan tiga entitas ini: yang satu memang ingin menyampaikan sebuah pesan yang belum terselesaikan selama dia hidup dan aku menjadi mediumnya, yang satu lagi adalah kesurupan bentuk dari kemarahan, dan lain-lain,” lanjutnya.
Adegan kerasukan yang dilakoni Wavi rupanya sukses membuat lawan mainnya, Yusuf Mahardika, ketakutan setengah mati di lokasi syuting.
“Ini mungkin pertama kalinya aku berhadapan sama entitas, sama makhluk. Aku nggak punya pengalaman syuting berhadapan langsung sama makhluk kan, jadi pertama kali itu ya sama Wavi ketika berubah dan itu serem banget,” aku Yusuf Mahardika.
Mantan aktor cilik yang memerankan karakter Damar ini secara jujur mengakui dirinya adalah sosok yang penakut di kehidupan nyata.
“Gua hampir bilang, ‘Mas, ini harus lagi ya? Gua udah takut beneran,’ gitu. Karena saya penakut, guys. Jadi ini pengalaman baru lah buat aku,” kata Yusuf seraya tertawa.
Soal keterlibatannya dalam genre mistis, Yusuf menyebut proyek arahan sutradara Hanny R. Saputra ini sebagai pengalaman berakting horor yang paling intens baginya.
“Kalau buat pengalaman, ya ini jadi pengalaman baru lagi sih buat aku. Karena technically aku tuh mungkin bisa dibilang ini horor pertama yang aku main dan ketemu dengan entitas. Aku kan nggak terlalu banyak main film horor, dan kalau main pun ya kameo gitu,” paparnya.
Meski sempat dilanda rasa takut, Yusuf merasa proses penciptaan chemistry antarpemain berlangsung sangat mulus tanpa kendala berarti.
“Aduh, kalau masalah chemistry aku udah nggak terlalu pusingin ya. Karena the first time kita ketemu di tempat reading tuh udah, ‘Hah… dia lagi, dia lagi!’. Tapi entah kenapa selama proses tuh udah ngalir aja gitu, dan nggak ada masalah chemistry,” ucapnya santai.
Rasa bangga pun dirasakan Yusuf karena bisa dibimbing langsung oleh sutradara legendaris yang karya-karyanya telah ia tonton sejak usia dini.
“Belum lagi tanpa sadar aku juga tumbuh besar nonton film-filmnya Mas Hanny, jadi ya suatu kesempatan yang bagus banget bisa kerja bareng sama Mas Hanny,” tutup Yusuf mengakhiri.
Film garapan rumah produksi Mika Entertainment ini bakal tayang pada 5 November mendatang.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
