Jasmine Yen Rilis “SWEAT”, Single Dark Pop yang Tandai Era Baru sebagai Artis Independen


JAKARTA – Jasmine Yen memasuki babak baru lewat rilisan single bertajuk SWEAT. Sudah tersedia di seluruh platform streaming, lagu ini mengusung nuansa berbeda dari karyanya terdahulu.

Penyanyi dan penulis lagu keturunan Hong Kong – Amerika Serikat ini hadirkan ciri khas musik yang lebih gelap, berani, dan teatrikal sebagai perubahan yang cukup signifikan.

Secara musikal, “SWEAT” dibangun dari dentuman synth yang dalam dan bassline yang menggelegar, dipadu vokal Jasmine yang menggoda sekaligus tegas. Liriknya bicara tentang hasrat, obsesi, dan sensasi memabukkan saat kehilangan kendali. Hasilnya adalah lagu yang enak dipakai berdansa, tapi tetap menyimpan sisi rapuh dan misterius.

Jasmine ingin lagu ini terasa seperti pertunjukan di runway, yakni indah, gelap, dan sedikit berbahaya. Menurutnya, setiap suara, lirik, dan visual dirancang untuk membawa pendengar masuk ke dunia yang intens dan fashion-forward. Ia bahkan menyebut “SWEAT” sebagai karya paling jujur yang pernah ia buat.

Video musiknya dijadwalkan tayang perdana pada 9 Oktober. Garapan sutradara Erik He, yang sebelumnya bekerja dengan YEONJUN dan Claudia Valentina, ini diambil langsung di Stockholm. Seluruh adegan direkam di dalam ruangan dengan latar gelap yang kontras, sehingga fokus tertuju pada kekuatan fisik dan emosi Jasmine.

Dalam video itu, Jasmine tampil lewat koreografi yang mengalir, improvisasi spontan, dan gerakan yang berganti-ganti antara tegas terkontrol dan bebas mengikuti naluri. Tubuhnya menjadi medium bercerita, dengan busana haute couture dan tampilan bergaya patung yang menonjol di tengah interior gelap. Stockholm, yang dikenal sebagai salah satu pusat mode dan desain dunia, turut dihadirkan lewat visual yang digarap detail.

Rilisan ini juga punya arti penting karena jadi proyek besar pertama Jasmine sebagai artis independen. Di usia 22 tahun, ia meninggalkan nuansa introspeksi remaja yang kental di album debut Tbh dan kerinduan nostalgia di lagu hits 2024, “Forever 19”. Kini ia memegang kendali kreatif penuh atas arah musiknya, dengan identitas yang lebih matang.

Perjalanan Jasmine sendiri tidak singkat. Ia pernah meraih beasiswa setengah biaya ke Berklee College of Music, dan “Forever 19” masuk daftar Sepuluh Lagu Emas Internasional Terbaik versi RTHK. Semua itu mengantarkannya ke titik ia merasa bebas berkarya tanpa batasan.

Bagi Jasmine, status independen memberinya ruang untuk mengambil risiko tanpa merasa perlu meminta maaf atas apa yang ingin ia ciptakan. Ia menyebut “SWEAT” sebagai gambaran dirinya saat ini yang ekspresif, teatrikal, dan benar-benar bebas, sambil menegaskan bahwa ini baru permulaan.

Dengan energi panggung yang siap memukau, ambisi sinematik, dan visi kreatif yang berani, “SWEAT” membuka lembaran baru bagi Jasmine Yen. Kali ini, semuanya berjalan sepenuhnya atas kemauannya sendiri.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *