JAKARTA — Senator Amerika Serikat, Elizabeth Warren, bersama sejumlah anggota Senat dari Partai Demokrat meminta penjelasan dari Amazon, Alphabet, Meta dan Microsoft mengenai potongan pajak yang mereka gunakan untuk investasi kecerdasan buatan dan pusat data.
Para anggota Senat mengirim surat resmi kepada pimpinan keempat perusahaan tersebut dan meminta rincian mengenai pengurangan pajak yang diklaim atas perangkat keras AI serta pembangunan pusat data. Perusahaan diminta menyerahkan informasi tersebut paling lambat pertengahan Oktober.
Penyelidikan itu dilakukan ketika perusahaan teknologi besar meningkatkan investasi untuk pengembangan AI, termasuk pembangunan pusat data dan pembelian server serta perangkat jaringan dalam jumlah besar.
Data yang dikutip anggota Senat menunjukkan adanya penurunan pembayaran pajak federal sejumlah perusahaan tersebut meski pendapatan dan investasi mereka tetap tinggi.
Pada kuartal kedua 2026, Amazon mencatat pendapatan 200,6 miliar dolar AS, sementara Alphabet mencapai 119,8 miliar dolar AS. Microsoft membukukan 90 miliar dolar AS dan Meta 60,8 miliar dolar AS.
Namun, berdasarkan laporan kepada regulator pasar modal AS atau SEC, pembayaran pajak federal sejumlah perusahaan tersebut mengalami penurunan.
Amazon disebut membayar pajak 7,8 miliar dolar AS lebih rendah pada tahun sebelumnya. Alphabet menghemat lebih dari 7 miliar dolar AS. Sementara pembayaran pajak federal Meta turun menjadi 2,8 miliar dolar AS pada 2025 dari 9,6 miliar dolar AS pada 2024, meski laba perusahaan disebut relatif sama.
Microsoft juga mengalami penurunan tagihan pajak federal lebih dari 11 miliar dolar AS. Kondisi itu terjadi ketika pendapatan sebelum pajak perusahaan meningkat 42,3 miliar dolar AS.
Perhatian Senat terutama tertuju pada ketentuan pajak yang disahkan melalui One Big Beautiful Bill Act pada 2025. Undang-undang tersebut menetapkan secara permanen skema bonus depreciation 100 persen pada tahun pertama.
Melalui mekanisme tersebut, perusahaan dapat mengurangi seluruh biaya sejumlah investasi yang memenuhi syarat pada tahun pertama, termasuk perangkat keras seperti server dan peralatan jaringan serta investasi tertentu terkait pusat data, alih-alih menyebarkan pengurangan biaya tersebut selama beberapa tahun.
Selain itu, perusahaan teknologi juga dapat memanfaatkan kredit pajak penelitian dan pengembangan atau R&D yang telah berlaku sejak 1981.
Meta disebut mengklasifikasikan sejumlah pusat data AI sebagai model eksperimental dan chip AI sebagai perlengkapan eksperimental untuk kepentingan kredit pajak tersebut. Praktik itu menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam penyelidikan anggota Senat.
Para anggota Senat Demokrat berpendapat bahwa pengurangan pajak dalam skala besar dapat mengurangi penerimaan pemerintah federal. Perkiraan anggaran yang dikutip dalam laporan tersebut memperkirakan penerimaan pajak perusahaan federal turun sekitar 23 hingga 25 persen tahun ini, dengan berbagai pengurangan pajak menjadi salah satu faktor yang berkontribusi.
Anggota parlemen juga mengaitkan kebijakan tersebut dengan meningkatnya biaya listrik akibat kebutuhan energi pusat data. Mereka berpendapat manfaat insentif pajak perusahaan tidak seharusnya berujung pada beban lebih besar bagi rumah tangga melalui kenaikan biaya listrik atau pengurangan anggaran program pemerintah.
Namun, Gedung Putih mengambil pandangan berbeda. Juru bicara Gedung Putih Kush Desai mengatakan percepatan pengurangan biaya investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja bergaji tinggi dan peningkatan investasi domestik.
Persoalan tersebut berpotensi menjadi bagian dari perdebatan politik menjelang pemilu paruh waktu atau midterm Amerika Serikat 2026. Kebutuhan energi pusat data yang terus meningkat telah menjadi perhatian di sejumlah wilayah, sementara perusahaan teknologi berlomba memperluas kapasitas komputasi untuk memenuhi permintaan AI.
Kongres AS belum menentukan apakah aturan mengenai insentif pajak untuk pusat data dan investasi AI akan diubah. Sementara itu, Amazon, Alphabet, Meta dan Microsoft menghadapi tenggat pertengahan Oktober untuk memberikan informasi mengenai penggunaan insentif pajak serta aktivitas lobi mereka kepada anggota Senat.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
