JAKARTA – Kabinet Belanda mengusulkan agar sekolah dasar dan menengah melarang siswa menggunakan telepon seluler (Ponsel) sepanjang hari sekolah, termasuk saat jam istirahat dan di lingkungan sekolah, demikian dilaporkan lembaga penyiaran NOS pada Hari Senin.
Berdasarkan usulan kebijakan tersebut, siswa diwajibkan tidak menggunakan ponsel mereka selama jam sekolah – termasuk di ruang kelas, aula pertemuan, saat istirahat, dan di area sekolah lainnya – mulai 1 Januari 2027.
Saat ini, Kabinet tidak memiliki wewenang hukum untuk memberlakukan larangan nasional penggunaan ponsel di sekolah, namun dapat mengeluarkan rekomendasi bagi sektor pendidikan.
Usulan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah yang lebih luas untuk melindungi anak-anak dari risiko yang terkait dengan aktivitas daring yang berlebihan dan berpotensi membahayakan, dikutip dari Anadolu (6/10).
Para pejabat memperingatkan, algoritma yang memicu kecanduan, video yang berputar otomatis (autoplay), dan media sosial dapat menyulitkan anak muda untuk mengurangi durasi penggunaan layar.
Sebelumnya, pemerintah telah mencapai kesepakatan nasional pada tahun 2024 yang bertujuan membatasi penggunaan ponsel selama jam pelajaran berlangsung.
Kabinet juga menyerukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk melindungi anak-anak di dunia maya, termasuk kemungkinan penerapan batas usia untuk mengakses platform media sosial.
Diketahui, Komisi Eropa sedang mempertimbangkan batas usia 13 tahun, sementara Pemerintah Belanda mengusulkan batas usia minimum 15 tahun.
Pemerintah juga sedang menyusun peraturan yang lebih ketat bagi vlogger keluarga dan influencer anak.
Berdasarkan aturan yang diusulkan, konten daring yang dibuat oleh anak-anak di bawah usia 15 tahun dapat dikategorikan sebagai pekerja anak dan dikenai sanksi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
