JAKARTA – Listyo Sigit Prabowo langsung menangkap satu pesan penting dari Dudung Abdurachman saat menerima jabatan Kepala Staf Kepresidenan. KSP membutuhkan keberanian mengambil keputusan ketika program pemerintah tersendat.
Dengan nada ringan, Listyo membagi tugas antara dirinya dengan jajaran KSP yang banyak diisi tenaga ahli dan akademisi.
“Kalau urusan yang pinter-pinter biar anak buah saya yang profesor, kalau urusan bonek biar saya,” kata Listyo saat serah terima jabatan KSP di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 5 Oktober.
Pernyataan itu disampaikan setelah Dudung menceritakan berbagai persoalan lintas kementerian dan lembaga yang harus diselesaikan KSP selama dirinya menjabat.
Listyo mengatakan keberanian mengambil keputusan diperlukan ketika muncul persoalan yang menghambat program Presiden.
“Untuk kepentingan negara dan bangsa, tentunya kita siap untuk melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan, mengambil keputusan di situasi sulit sehingga kemudian bottleneck permasalahan-permasalahan yang selalu ada dan mengganggu program Bapak Presiden bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Menurut Listyo, pekerjaan KSP berkaitan langsung dengan sejumlah program besar pemerintah. Ia menyebut Asta Cita, 17 program prioritas, ketahanan pangan, energi, hilirisasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia juga menyinggung B50, E20, dan hilirisasi nikel sebagai agenda yang membutuhkan percepatan.
Listyo mengakui tugas KSP tidak ringan. Ia mengatakan pengalaman Dudung selama hampir enam bulan menjadi bekal awal untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah berjalan.
“Saya kira kalau dari cerita sepintas tadi nampaknya tugasnya cukup berat,” katanya.
Pengalaman sebagai Kapolri, menurut Listyo, memberi banyak irisan dengan pekerjaan baru tersebut, terutama dalam pengamanan, penegakan hukum, dan pengawalan proyek strategis nasional.
Namun di KSP, ia kini memiliki kewenangan lebih langsung untuk mempertemukan pihak-pihak terkait dan menyelesaikan hambatan.
Listyo meminta jajaran KSP membangun tim yang kuat agar persoalan yang menghambat kebijakan Presiden bisa segera ditangani.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
