JAKARTA – Float resmi merilis album mini atau EP terbaru dengan tajuk Constant Changes. Hadirnya EP tersebut diiringi dengan single anyar yang diperkenalkan band asal Jakarta ini.
Lagu berjudul Yang Kembali Pulih diperkenalkan sebagai nyanyian pelipur lara yang penuh spirit ketangguhan.Melalui single baru ini, Float seperti sedang menolak untuk hanya sekedar meratapi luka.
Yang Kembali Pulih hadir tidak hanya sebagai pelipur lara yang pasif, tapi juga sebagai perisai musikal dan bahan bakar bagi siapa saja yang berani berdiri tegak, merangkul luka serta menjadi penerjang badai di tengah hebat keraguan dalam hidup.
Dengan pesan kuat itu, Hotma “Meng” Roni Simamora vokalis Float mengungkap bahwa lagu ini adalah sebuah pondasi awal EP yang digarap di masa transisi pasca-pandemi (2023).
“Berangkat dari kata ‘bilur’ atau bekas luka, luka yang dibasuh iman justru menyimbolkan kekuatan. Bermodal percaya, masa terpuruk terbukti bikin kita makin kuat bangkit. Kecemasan nggak boleh jadi rintangan. Lagu ini mebawa spirit untuk berani menerjang badai,” ungkap Meng dalam keterangan resmi, 4 Oktober.
Pesan tersebut coba diterjemahkan melalui eksplorasi aransemen dan ritmis secara mendalam oleh para personel lainnya. Binsar Tobing pada Bass menuturkan bagaimana proses kreatif lagu ini merekam dinamika perjuangan manusia.
“Lagu ini berawal dari Voice Note Meng di tahun 2021, dan di sini gue bereksperimen rekam bass dengan pendekatan minimalis namun bertenaga agar fondasi lagunya terasa kokoh menghantam keraguan,” tutur Binsar.
Sementara itu, dari sudut pandang ritmis, Timur Segara pada Drum menceritakan bagaimana dinamika penggarapan ketukan drum sempat mengalami perdebatan kreatif yang justru memperkuat nyawa lagu ini.
“Proses rekamannya cukup panjang. Waktu awal rekaman, aransemennya ngasih vibe megah banget. Begitu lirik dari Meng jadi, pukulan drum di take awal sempat dinilai terlalu liar. Tapi kita sepakat proses ‘kembali pulih’ dari sebuah luka itu kan nggak instan; ada sebuah proses berdarah-darah, perjuangan, dan gejolak emosi di sana. Pukulan drum yang liar tadi, justru jadi sesuatu yang paling mewakili spirit perjuangan untuk bangkit dan menerjang badai,” cerita Timur.
Gitaris Davin Qlintang juga menambahkan sentuhan artistik dan rasa dalam aransemennya.
“Isian gitar gue di EP kali ini yang pasti hampir semuanya ikut atau menyesuaikan dengan ritme, tema, lalu pattern di setiap bentuk lagunya. Dan khususnya di lagu YKP (Yang Kembali Pulih) itu isiannya juga sudah kelihatan utuh ya, semangat, optimis. Jadi, gue mengikuti di pattern atau ritme di aransemen lagu itu,” tegas David.
Rangkaian perilisan EP dan single terbaru ini juga diperlengkapi dengan sebuah event dimana Float dapat memberikan ruang interaksi tanpa jarang pada Floatmates (penikmat musik Float) bernama Float to Nature. Di acara ini tidak hanya diberikan selebrasi mengenai perayaan rilisnya EP, namun di bawah naungan langit terbuka selama 3 hari 2 malam, para Floatmates juga dapat memiliki kaset fisik dari “Constant Changes”.
Lahirnya EP ini kembali memberi harapan dan penyembuh luka melalui karya yang disajikan. Float pun kembali mengudara di tahun 2026 yang sibuk dengan beragam jenis musik.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
