Tujuh Kali Reshuffle, Apa yang Sebenarnya Sedang Diperbaiki?


Nama berganti, kursi berpindah, dan beberapa pejabat mendapat meja baru. Reshuffle selalu menarik perhatian karena orang ingin tahu siapa yang masuk, siapa yang keluar, dan siapa yang bergeser. Tetapi setelah daftar nama selesai dibaca, pertanyaan tetap sama. Apa yang ingin diperbaiki?

Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden bersama Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden pada 20 Oktober 2024. Malam harinya, Prabowo mengumumkan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Para menteri dan wakil menteri dilantik sehari kemudian, 21 Oktober 2024.

Kabinet belum genap empat bulan bekerja ketika kursi pertama berganti. Pada 19 Februari 2025, Satryo Soemantri Brodjonegoro diganti Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Bersamaan dengan itu, Prabowo juga melantik sejumlah kepala lembaga.

Perombakan berikutnya datang pada 8 September 2025. Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan, Mukhtarudin masuk sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Ferry Juliantono memimpin Kementerian Koperasi, sedangkan Mochamad Irfan Yusuf dan Dahnil Anzar Simanjuntak mengisi Kementerian Haji dan Umrah.

Jarak ke perubahan berikutnya hanya sembilan hari. Pada 17 September 2025, Djamari Chaniago menjadi Menko Polkam dan Erick Thohir berpindah ke kursi Menteri Pemuda dan Olahraga. Tiga wakil menteri juga dilantik, disertai perubahan pada sejumlah lembaga.

Pada 8 Oktober 2025, susunan pemerintahan kembali disentuh. Akhmad Wiyagus dilantik sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri dan Benyamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan. Dua asisten khusus presiden ikut dilantik pada hari yang sama.

Setelah jeda sekitar enam bulan, perubahan kelima datang pada 27 April 2026. Mohammad Jumhur Hidayat menjadi Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq bergeser menjadi Wakil Menko Pangan, Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Kepresidenan, sedangkan Muhammad Qodari memimpin Badan Komunikasi Pemerintah.

Pada 14 September 2026, pergantian Menteri Keuangan berlangsung cepat. Siang itu, Purbaya Yudhi Sadewa masih mengikuti rapat kerja bersama DPD RI di Senayan ketika sebuah telepon membuat rapat sempat diskors. Purbaya belakangan mengatakan, dari telepon Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi itulah ia mengetahui dirinya diganti.

Penggantinya, Suahasil Nazara, juga baru menerima kabar pada pagi hari yang sama. Ia diminta bersiap untuk pelantikan pada sore hari dan mengaku belum sempat berkomunikasi dengan Purbaya hingga dilantik. Hanya 17 hari setelah pergantian itu, Prabowo kembali merombak jajaran pemerintahannya.

Reshuffle ketujuh dilakukan pada 1 Oktober 2026. Dudung Abdurachman menjadi Menko Polkam, Sugiono bergeser menjadi Menko PMK, Arrmanatha Christiawan Nasir menjadi Menteri Luar Negeri, Muhammad Sarmuji memimpin Kementerian Perindustrian, dan Bahlil Lahadalia mendapat tugas sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.

Perubahan juga menyentuh jabatan di luar kementerian. Listyo Sigit Prabowo berpindah dari Kapolri menjadi Kepala Staf Kepresidenan, sedangkan Suyudi Ario Seto mengambil alih posisi Kapolri. Ada 18 pejabat negara dilantik dalam rangkaian perubahan pada 1 Oktober itu.

Tujuh reshuffle bukan satu-satunya perubahan di lembaga strategis negara sepanjang 2026. Di sektor keuangan, Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia pada Juli. Destry Damayanti kemudian resmi menjadi Gubernur BI setelah mengucapkan sumpah jabatan pada 2 September 2026.

Perubahan juga terjadi di Otoritas Jasa Keuangan. Mahendra Siregar mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK pada akhir Januari 2026. Friderica Widyasari Dewi kemudian mengucapkan sumpah sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK pada 25 Maret untuk periode 2026.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *