Elon Musk Ungkap Alasan Robotaxi Tesla Tak Beroperasi Malam, Lidar Jadi Sorotan


JAKARTA – Tesla Robotaxi hingga kini belum beroperasi sepanjang malam karena masih menghadapi kendala dalam mendeteksi objek berkontras rendah dalam kondisi gelap. CEO Tesla, Elon Musk, mengatakan salah satu persoalan utama yang sedang diatasi adalah kemampuan mobil untuk melihat hewan, termasuk kucing, yang sulit dibedakan dari permukaan jalan pada malam hari.

Pernyataan itu disampaikan Musk setelah akun resmi Tesla Robotaxi mengumumkan pada Jumat malam bahwa layanan di Austin, Texas, kini tersedia hingga pukul 23.00. Sebelumnya, layanan tersebut berhenti menerima perjalanan pada pukul 22.00.

“Hal utama yang sedang kami coba selesaikan adalah memastikan kami tidak menabrak hewan peliharaan ketika mereka sulit terlihat pada malam hari. Secara harfiah, kami mencoba menghindari anak kucing abu-abu di atas aspal abu-abu dalam kegelapan,” kata Musk.

Persoalan tersebut berkaitan dengan sistem persepsi Tesla yang mengandalkan kamera. Kamera merupakan sensor pasif yang membutuhkan cahaya yang dipantulkan objek untuk mengenalinya. Perbedaan kontras antara objek dan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam proses deteksi.

Dalam kondisi seperti kucing berwarna abu-abu yang berada di atas aspal berwarna serupa pada malam hari, perbedaan visual menjadi sangat kecil. Kondisi itu membuat objek lebih sulit dikenali oleh sistem berbasis kamera.

Lidar bekerja dengan prinsip berbeda. Sensor tersebut memancarkan pulsa laser dan mengukur waktu yang dibutuhkan pulsa untuk kembali setelah mengenai objek. Proses itu memungkinkan sistem memperoleh informasi mengenai jarak dan bentuk tiga dimensi objek di sekitar kendaraan.

Radar juga dapat digunakan untuk mendeteksi objek menggunakan gelombang radio sekaligus memberikan informasi mengenai kecepatan. Namun, kemampuan radar dalam mendeteksi objek berukuran sangat kecil disebut lebih terbatas. Di sisi lain, radar tetap dapat bekerja dalam kondisi seperti kabut, debu, dan silau yang dapat mengganggu kamera.

Waymo, perusahaan yang mengoperasikan layanan kendaraan tanpa pengemudi, menggunakan kombinasi ketiga teknologi tersebut. Sistem generasi keenam Waymo disebut menggunakan 13 kamera, empat lidar, dan enam radar.

Pada Agustus, salah satu pimpinan Waymo, Dmitri Dolgov, memperlihatkan kondisi ketika anak-anak mengejar anjing di jalan yang sangat gelap. Dalam kondisi tersebut, tampilan kamera disebut hampir tidak memberikan informasi yang berguna, sementara tampilan lidar tetap dapat memperlihatkan lingkungan sekitar.

Waymo mengoperasikan sekitar 4.000 kendaraan tanpa pengemudi yang dapat berjalan selama 24 jam. Pendekatan Tesla berbeda karena perusahaan tersebut mengandalkan kamera dan tidak memasang lidar pada kendaraannya.

Tesla menghapus radar dari kendaraan produksinya pada Mei 2021 dan kemudian menghilangkan sensor ultrasonik pada 2022. Perusahaan juga belum pernah memproduksi kendaraan yang menggunakan lidar.

Musk selama bertahun-tahun juga menyampaikan pandangan yang kritis terhadap penggunaan lidar untuk kendaraan swakemudi. Pada April 2019, ia menyebut lidar sebagai “fool’s errand” dan mengatakan perusahaan yang mengandalkan teknologi tersebut akan gagal.

Pada Februari 2022, Musk menyebut lidar sebagai “seductive local maximum” dan mengatakan solusi umum untuk teknologi swakemudi pada akhirnya membutuhkan jaringan saraf berbasis silikon dan kamera.

Pada Agustus 2025, Musk kembali menyatakan bahwa lidar dan radar dapat mengurangi keselamatan akibat persaingan antarsensor. Pada Mei 2026, ia juga mengunggah gambar rekonstruksi berdasarkan jumlah foton dari kamera Tesla dan menyatakan teknologi tersebut menjadi alasan Tesla FSD dapat melihat dengan baik pada malam hari maupun dalam kondisi silau ekstrem.

Namun, pada Oktober 2026, Musk mengatakan kemampuan melihat pada malam hari menjadi persoalan utama yang sedang diselesaikan Tesla sebelum memperluas jam operasional Robotaxi.

Ketika Tesla mengurangi penggunaan radar pada 2021, Musk sebelumnya juga mengatakan bahwa sistem penglihatan dengan radar resolusi tinggi akan lebih baik dibandingkan sistem yang hanya mengandalkan penglihatan.

Layanan Robotaxi Tesla sendiri diluncurkan di Austin pada Juni 2025. Ketika pertama kali diperkenalkan, aplikasi menerima permintaan perjalanan mulai pukul 06.00 hingga tengah malam. Sekitar 15 bulan kemudian, jam operasionalnya justru berakhir lebih awal, yakni pukul 23.00.

Perluasan layanan Robotaxi juga masih berlangsung secara terbatas. Tesla menambahkan Cybercab pada bulan sebelumnya, tetapi skala operasionalnya disebut belum berkembang secara signifikan sejak peluncuran.

Persoalan deteksi dalam kondisi minim cahaya tidak hanya berkaitan dengan hewan kecil. Objek lain yang memiliki kontras rendah terhadap lingkungan, seperti pola ban di jalan raya atau seseorang yang mengenakan pakaian hitam, juga dapat menjadi tantangan bagi sistem berbasis kamera.

Tidak ada sistem sensor yang dapat menghilangkan seluruh risiko. Sebuah kendaraan Waymo juga pernah menabrak seekor kucing di San Francisco pada Oktober tahun sebelumnya. Waymo mengatakan kucing tersebut bergerak ke bawah kendaraan ketika mobil mulai berjalan.

Bagi Tesla, persoalan deteksi pada malam hari kini menjadi salah satu faktor yang membatasi perluasan jam operasional Robotaxi. Layanan di Austin telah mendapat tambahan satu jam hingga pukul 23.00, sementara Tesla masih berupaya meningkatkan kemampuan sistemnya untuk mendeteksi objek yang sulit terlihat dalam kondisi gelap.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *