JAKARTA – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi pada Hari Minggu menyatakan tidak ada solusi militer untuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Menlu Araghchi mengatakan, perang tersebut tidak dapat diselesaikan melalui penambahan sanksi, pernyataan yang tampaknya merujuk pada sanksi Washington terhadap Tehran.
“Tidak ada solusi militer maupun solusi yang didasarkan pada penambahan sanksi,” ujar Menlu Araghchi dalam pidatonya di hadapan para duta besar asing yang bertugas di Tehran, melansir Anadolu dari kantor berita pemerintah IRNA (5/10).
“Hanya solusi yang berlandaskan pada negosiasi, keadilan, dan martabat diplomatik yang dapat mengatasi situasi ini serta memberikan penyelesaian akhir untuk mengakhiri perang dan agresi ilegal yang dilancarkan terhadap Republik Islam Iran,” urai Menlu Araghchi.
Ia memperingatkan, jika Washington mengambil tindakan militer, Tehran siap melakukan segala langkah yang diperlukan untuk “mempertahankan diri dengan kekuatan yang jauh lebih besar.”
Diketahui, AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari. Tehran merespons dengan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) di seluruh kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz, sebuah jalur strategis bagi pasokan energi.
Militer AS kemudian memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Upaya untuk mengakhiri perang terus berlanjut sejak tercapainya kesepakatan kerangka kerja pada 18 Juni, yang bertujuan membuka jalan bagi perjanjian damai final yang mencakup masalah pelayaran di jalur air strategis tersebut serta program nuklir Iran.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
