Kadin Minta Impor Dibatasi Selektif, Produk Lokal yang Sudah Mampu Harus Dilindungi


JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin mendorong pemerintah memperkuat perlindungan pasar dalam negeri di tengah masuknya produk impor. Namun, pembatasan impor diminta dilakukan secara selektif dan tidak mengganggu kebutuhan industri nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan perlindungan sebaiknya difokuskan pada produk yang sudah mampu diproduksi industri dalam negeri, baik dari sisi kualitas maupun jumlah pasokan.

“Kadin melihat perlindungan industri dalam negeri perlu diperkuat, tetapi harus terukur, selektif, dan berbasis data,” kata Saleh dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Minggu, 4 Oktober.

Menurut Saleh, pembatasan tidak boleh diterapkan secara menyeluruh karena sebagian industri masih membutuhkan bahan baku, barang modal, maupun produk tertentu dari luar negeri.

Produk impor, kata Saleh, mulai menjadi persoalan ketika masuk pada jenis barang yang sebenarnya sudah mampu dipasok produsen dalam negeri.

Karena itu, pengaturan impor perlu terus dievaluasi. Jika diperlukan, perlindungan dapat diperkuat untuk mencegah persaingan yang tidak sehat.

Namun, kebijakan tersebut tetap harus menjaga kelancaran impor barang yang belum dapat dipenuhi industri nasional.

“Kadin melihat pembatasan dapat dipertimbangkan untuk produk yang sudah mampu diproduksi di dalam negeri secara memadai, baik dari sisi kualitas, kapasitas maupun kontinuitas pasokan,” ujarnya.

Menurut Saleh, perlindungan pasar juga tidak harus hanya menggunakan pembatasan impor.

Pemerintah dapat memanfaatkan sejumlah instrumen, antara lain peningkatan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN, kebijakan safeguard, pengendalian impor, maupun pemberian insentif.

Penerapannya, kata Saleh, harus disesuaikan dengan karakter setiap produk dan kemampuan industri dalam negeri.

Prinsipnya, perlindungan diberikan kepada produk nasional yang sudah kompetitif dan mampu memenuhi kebutuhan pasar, bukan sekadar menutup pintu bagi barang impor.

Saleh menilai kebijakan yang tepat dapat membuat permintaan domestik lebih banyak diserap produk dalam negeri.

Pada saat yang sama, perlindungan yang terukur diharapkan mendorong investasi, peningkatan kapasitas produksi, serta daya saing industri nasional.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *