JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah daerah di Indonesia masih berpeluang mengalami hujan pada Minggu, 4 Oktober. Meski demikian, kondisi cuaca kering diperkirakan tetap menjadi pola yang dominan di sebagian besar wilayah Tanah Air.
Prakirawan BMKG, Vita, mengatakan terdapat sirkulasi siklonik di Samudera Hindia sebelah barat Aceh. Kondisi tersebut memicu terbentuknya area perlambatan angin sekaligus pertemuan massa udara yang dapat mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi tersebut,” kata Vita, seperti dikutip ANTARA, Minggu, 4 Oktober.
Di kawasan Sumatera, Padang diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Sementara itu, hujan ringan berpeluang turun di sejumlah kota, yakni Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, dan Bengkulu.
Beranjak ke wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Serang, Bandung, Semarang, serta Mataram. Sebaliknya, Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Kupang diprediksi berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan tebal.
Untuk Pulau Kalimantan, masyarakat di Tanjung Selor perlu mewaspadai peluang hujan disertai petir. Hujan ringan juga berpotensi mengguyur Pontianak. Adapun Palangka Raya dan Banjarmasin diprakirakan mengalami kondisi asap atau kabut, sedangkan Samarinda berpotensi mengalami udara kabur.
Di Sulawesi, peluang hujan ringan terdapat di Mamuju. Sementara itu, cuaca di Gorontalo, Manado, Makassar, dan Kendari diperkirakan cerah berawan hingga berawan tebal.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Maluku dan Papua. Hujan ringan berpotensi turun di Manokwari dan Jayapura. Sementara Ternate, Jayawijaya, dan Merauke diprediksi mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal.
Selain prakiraan cuaca di darat, BMKG mengingatkan pengguna jasa transportasi udara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan awan hujan, khususnya awan kumulonimbus.
Awan tersebut berpotensi muncul di sejumlah kawasan, termasuk Sumatera bagian utara hingga tengah, Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, serta Selat Malaka bagian utara dan tengah. Potensi serupa juga perlu diwaspadai di Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan.
Sementara bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di perairan, BMKG memperkirakan angin secara umum bergerak dengan kecepatan antara 6 hingga 26 knot di wilayah Indonesia.
Potensi gelombang tinggi juga perlu menjadi perhatian. Gelombang dengan ketinggian sekitar 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu dan Lampung, serta di perairan Samudera Hindia sebelah selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat.
BMKG mengingatkan dominasi cuaca kering tidak berarti seluruh wilayah terbebas dari hujan. Hujan lebat masih mungkin terjadi secara lokal sehingga masyarakat diimbau mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan maupun aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga disarankan terus mengikuti perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat menyesuaikan rencana kegiatan dengan kondisi cuaca terkini.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
