Menko Airlangga Targetkan IEU-CEPA Diteken Tahun Ini, Berlaku Awal 2027


JAKARTA – Pemerintah menargetkan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA dapat ditandatangani tahun ini agar implementasinya bisa dimulai pada awal 2027.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kesepakatan tersebut akan memperluas akses pasar, perdagangan, dan hubungan bisnis antara Indonesia dengan Uni Eropa.

“CEPA menciptakan akses pasar, serta perdagangan, dan keterlibatan bisnis yang lebih kuat antara Indonesia dan Uni Eropa. Tentu kita berharap ini juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Jerman maupun investasi dari Jerman,” kata Airlangga, dikutip dari Antara, Sabtu, 3 Oktober.

Menurut Airlangga, IEU-CEPA menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka peluang pasar dan memperkuat investasi antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa, termasuk Jerman.

Hubungan ekonomi Indonesia dan Jerman sendiri telah berlangsung lebih dari tujuh dekade.

Pada 2026, hubungan kedua negara ditandai sejumlah pertemuan tingkat tinggi, termasuk kunjungan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia pada Juni.

Dalam kunjungan tersebut, kedua negara kembali menegaskan kerja sama di bidang ekonomi, investasi, transisi energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.

Airlangga mengatakan penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Jerman juga dilakukan melalui berbagai mekanisme bilateral, termasuk kerja sama ekonomi dan investasi, industri hijau, serta pengembangan sumber daya manusia.

Peluang kerja sama juga terbuka di sektor energi dan teknologi.

Indonesia melihat potensi kerja sama dengan Jerman dalam energi baru terbarukan, infrastruktur kelistrikan, kendaraan listrik dan baterai, semikonduktor, infrastruktur digital, serta pembiayaan berkelanjutan.

Jerman bersama Jepang juga menjadi co-lead International Partners Group dalam Just Energy Transition Partnership atau JETP yang mendukung investasi dan pembiayaan transisi energi bersih Indonesia.

Kerja sama lain yang dinilai potensial adalah pendidikan vokasi dan pengembangan keterampilan untuk membuka peluang tenaga kerja terampil Indonesia bekerja di Jerman.

Airlangga menyebut Jerman sebagai salah satu mitra ekonomi dan industri penting bagi Indonesia.

Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai sekitar 6,11 miliar dolar AS. Lebih dari 250 perusahaan multinasional Jerman juga telah beroperasi di Indonesia.

Ke depan, kerja sama kedua negara diarahkan pada industri dan infrastruktur, perdagangan dan investasi, energi, transformasi digital, kesehatan, sains, serta pengembangan sumber daya manusia.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *