JAKARTA – Pakar keamanan siber sekaligus konten kreator yang dikenal sebagai Mr Bert mengungkap kemungkinan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid di internet.
Dalam postingan terbarunya, Mr Bert atau yang lebih dikenal dengan nama akun @realmrbert mengklaim dapat menemukan sejumlah data sensitif milik Meutya yang diperjualbelikan dengan harga relatif murah.
Di video yang diunggahnya pada Jumat, 2 Oktober, Mr Bert menunjukkan sejumlah informasi yang disebutnya berkaitan dengan Meutya, termasuk foto KTP, data keluarga, serta kata sandi.
“Ibu, ini adalah foto KTP-mu, atau pernah jadi foto KTP-mu. Benarkah Ibu ini adalah data keluargamu, data anakmu, data suamimu yang saya tutupi untuk menjaga privasi Ibu. Ini adalah password Ibu yang jelas semuanya bisa dibaca,” katanya dalam sebuah video yang diunggah Jumat, 2 Oktober.
Ia mengklaim menemukan informasi tersebut melalui kanal yang memperjualbelikan data, termasuk Telegram. Menurutnya, data yang diduga berkaitan dengan Meutya bahkan dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp2.000.
Mr Bert menegaskan, pengungkapan tersebut bukan ditujukan untuk mempermalukan Meutya Hafid, melainkan sebagai bentuk kritik terhadap kondisi keamanan data pribadi di Indonesia.
“Saya kasih tahu ini bukan untuk mempermalukan Ibu, atau mendoxing data Ibu, karena saya tutupi semua bagian yang sangat sensitif. Tapi tujuan saya, supaya Ibu sadar, seorang Menteri yang harus meng-handle kebocoran data, dan di bawah Ibu penuh dengan ribuan anggota yang penuh dengan orang-orang hebat IT di Indonesia,” ujarnya.
Karena menurutnya, setiap hari selalu ada kasus kebocoran data. Namun sayangnya, belum ada aksi serius dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.
Ia bahkan mengaku telah beberapa kali menyampaikan laporan mengenai dugaan celah keamanan dan kebocoran data kepada Komdigi.
View this post on Instagram
Mr Bert juga meminta Meutya untuk mengambil tindakan terhadap praktik jual beli data pribadi dan berbagai bentuk kebocoran data yang terjadi di Indonesia.
“Penipu di Indonesia itu menjadi salah satu profesi yang paling menguntungkan yang pernah ada di Indonesia. Jadi lakukan sesuatu. Ibu punya power itu. Ibu punya kesempatan untuk mengubah Indonesia,” tegas Mr Bert.
Meski demikian, klaim mengenai kebocoran data pribadi Meutya Hafid tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen. Pihak Komdigi juga belum mengeluarkan pernyataan apapun.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
