Rajin Membaca Dikaitkan dengan Risiko Demensia Lebih Rendah, Studi Ungkap Manfaatnya untuk Otak


JAKARTA – Kebiasaan membaca bukan hanya mengisi waktu luang. Sejumlah penelitian menunjukkan orang yang rutin membaca cenderung mengalami penurunan fungsi kognitif lebih lambat dan memiliki risiko demensia lebih rendah saat memasuki usia lanjut.

Temuan tersebut dirangkum para ilmuwan dari Universitas Cambridge dan The Queen’s Reading Room dalam editorial yang diterbitkan di jurnal Psychological Medicine. Antara, disitat Kamis, 1 Oktober yang mengutip Eating Well, para peneliti menelaah puluhan studi terdahulu, bukan melakukan penelitian baru terhadap kelompok peserta tertentu.

Kajian mencakup survei, penelitian jangka panjang hingga pemindaian otak menggunakan MRI dan fMRI. Para peneliti kemudian melihat pola hubungan kebiasaan membaca dengan fungsi kognitif, kesehatan mental dan kehidupan sosial.

Salah satu temuan berasal dari penelitian terhadap lebih dari 5.400 orang berusia 55 tahun ke atas yang secara kognitif sehat. Mereka yang rutin membaca cenderung memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami gangguan kognitif selama lima tahun pemantauan.

Penelitian lain terhadap kelompok usia 65 tahun ke atas juga menemukan pembaca rutin memiliki risiko lebih rendah terkena Alzheimer selama empat setengah tahun.

Hasil yang lebih mencolok terlihat pada penelitian terhadap orang berusia 75 tahun ke atas. Risiko demensia pada kelompok yang rutin membaca tercatat 35 persen lebih rendah selama lima tahun pemantauan.

Dalam penelitian itu, empat dari 20 orang yang sering membaca mengalami demensia. Pada kelompok yang jarang membaca, jumlahnya mencapai sembilan dari 20 orang.

Manfaat serupa terlihat tanpa memandang tingkat pendidikan. Penelitian selama 14 tahun terhadap hampir 2.000 orang berusia lebih dari 64 tahun menemukan mereka yang membaca setidaknya sekali seminggu mengalami penurunan kognitif lebih lambat, terlepas dari pendidikan formal yang ditempuh.

Namun, temuan tersebut menunjukkan hubungan antara kebiasaan membaca dan kondisi kognitif, bukan berarti membaca dengan sendirinya terbukti mencegah demensia.

Manfaat membaca juga terlihat pada kesehatan mental. Dalam sebuah survei, membaca selama enam menit dikaitkan dengan penurunan tingkat stres. Hampir tiga perempat peserta survei program membaca lainnya mengatakan aktivitas tersebut memberi dampak positif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan mereka.

Lebih dari 40 persen responden juga mengatakan membaca membantu mengurangi rasa kesepian.

Pemindaian otak memberikan gambaran lain. Orang dewasa yang lebih banyak terpapar aktivitas membaca sepanjang hidup memiliki jaringan lebih tebal pada bagian otak yang berhubungan dengan pemrosesan bahasa.

Membaca bersama bahkan memberikan manfaat sosial tersendiri bagi kelompok lanjut usia. Sejumlah studi menemukan kelompok membaca atau klub buku berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan serta berkurangnya kesepian dan isolasi sosial.

Kajian yang sama juga menemukan kebiasaan membaca sejak masa kanak-kanak berkaitan dengan manfaat jangka panjang bagi perkembangan otak dan kesehatan mental hingga remaja.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *