JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan mengevaluasi sistem seleksi aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti pendidikan Komponen Cadangan (Komcad). Langkah ini diambil menyusul meninggalnya seorang ASN saat menjalani pendidikan tersebut.
Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema mengatakan evaluasi akan mencakup seluruh mekanisme seleksi, terutama pemeriksaan kesehatan calon peserta.
“Semuanya akan dievaluasi. Semua mekanisme kan, semua kan lewat seleksi dan tahapan-tahapan yang ada,” kata Gabriel di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 29 September.
Menurut Gabriel, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi tersebut. Kemhan ingin memastikan ASN yang dinyatakan lolos seleksi memiliki kesiapan untuk mengikuti pendidikan Komcad.
Meski memastikan evaluasi akan dilakukan, Gabriel belum menjelaskan tahapan seleksi maupun bagian pelatihan yang akan diperiksa.
ASN yang meninggal diketahui bernama Vanreko Varkas Bagaskara. Identitasnya disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin, 28 September.
Dalam unggahan tersebut, Teuku menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Vanreko. Ia juga mengatakan pihaknya akan terus mengawal proses penerimaan jenazah hingga pemakaman.
Namun, unggahan itu tidak menjelaskan penyebab kematian Vanreko.
Antara juga meminta tanggapan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait meninggalnya peserta Komcad tersebut saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma. Namun, Sjafrie tidak memberikan komentar mengenai peristiwa itu.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, Kemhan belum memerinci tahapan seleksi dan pelatihan yang akan dievaluasi. Gabriel menegaskan seluruh mekanisme akan diperiksa agar peserta yang lolos memiliki kesiapan, terutama dari sisi kesehatan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
