Mazda CX-6e Kini Pakai LiDAR, Bisa Pindah Jalur Otomatis, Harga Mulai 21.700 Dolar AS


JAKARTA – Mazda memperbarui SUV listrik CX-6e dengan menambahkan sensor LiDAR di atap. Perangkat tersebut memungkinkan sistem bantuan mengemudi mobil ini melakukan lebih banyak manuver secara otomatis, mulai dari menyalip kendaraan hingga berputar balik di jalan perkotaan.

Menurut CarNewsChina, dikutip Minggu, 27 September, Mazda menawarkan CX-6e dengan LiDAR mulai 145.900 yuan atau sekitar 21.700 dolar AS di China. Teknologi tersebut tersedia untuk pilihan mobil listrik murni (EV) maupun mobil listrik dengan mesin penambah jarak tempuh (EREV).

LiDAR atau Light Detection and Ranging merupakan sensor berbasis laser yang mampu mendeteksi objek dan mengukur jarak di sekitar kendaraan untuk membantu sistem mengemudi.

Pembaruan ini menghadirkan sistem Navigation-on-Autopilot (NOA) yang diklaim Mazda mampu menangani lebih dari 200 situasi berkendara di jalan tol dan perkotaan.

LiDAR merupakan sensor yang menggunakan sinar laser untuk mendeteksi objek dan mengukur jarak di sekitar kendaraan. Pada CX-6e, perangkat tersebut dipadukan dengan tiga radar gelombang milimeter, 12 sensor ultrasonik, dan 11 kamera.

Di jalan tol, sistem bantuan mengemudi CX-6e diklaim dapat menyalip kendaraan yang lebih lambat, berpindah jalur, serta membantu pengemudi memasuki dan keluar dari jalan tol maupun menuju tempat istirahat.

Di perkotaan, Mazda menyebut sistem tersebut mampu melewati persimpangan dan bundaran, melakukan putar balik, serta berpindah jalur untuk menghindari rintangan.

Fitur itu bekerja pada kecepatan 0–130 km per jam di jalan tol dan 0–80 km per jam di perkotaan. Mazda juga menyediakan parkir otomatis, parkir jarak jauh, dan parkir dengan mengikuti jalur yang telah ditentukan.

Meski memiliki berbagai kemampuan tersebut, CX-6e masih menggunakan sistem bantuan mengemudi Level 2. Pengemudi tetap wajib mengawasi jalan dan siap mengambil alih kendali kendaraan.

Penambahan LiDAR membuat harga CX-6e naik 12.000 yuan atau sekitar 1.800 dolar AS dibandingkan varian setara tanpa teknologi tersebut.

Mazda menawarkan empat varian baru. EREV Pro 200 km dijual mulai 145.900 yuan, sedangkan EREV Max dibanderol 160.900 yuan.

Untuk versi listrik murni, EV Pro 600 km dijual seharga 151.900 yuan dan EV Max mencapai 166.900 yuan.

Sebagai pembanding, Tesla Model Y di China dibanderol mulai 263.500 yuan. Sementara itu, CX-6e EV termurah tanpa LiDAR dijual seharga 139.900 yuan.

Mazda juga bersiap memperluas pemasaran CX-6e ke luar China. Di Inggris, mobil tersebut ditawarkan mulai 42.990 pound sterling atau sekitar 57.000 dolar AS.

CX-6e dikenal sebagai EZ-60 di China dan merupakan kendaraan energi baru kedua Mazda di negara tersebut setelah sedan EZ-6.

SUV ini menggunakan platform EPA1 milik Changan yang juga digunakan Deepal S07.

Versi EV dibekali baterai LFP berkapasitas 77,94 kWh dari CALB. Jarak tempuhnya mencapai 585–600 km berdasarkan standar pengujian CLTC China, atau sekitar 474–486 km menurut standar WLTP.

Motor listrik yang menggerakkan roda belakang menghasilkan tenaga 190 kW atau 255 tenaga kuda. Kecepatan maksimumnya mencapai 185 km per jam.

Baterai EV mendukung pengisian cepat 3C, yang memungkinkan pengisian dari 30 persen menjadi 80 persen dalam 15 menit.

Sementara itu, versi EREV menggunakan motor listrik dengan tenaga yang sama, ditambah mesin bensin 1,5 liter bertenaga 97 tenaga kuda sebagai penambah jarak tempuh.

Baterai EREV berkapasitas 31,73 kWh dari CATL–Changan memungkinkan mobil menempuh jarak 200 km dengan tenaga listrik menurut standar CLTC, atau sekitar 162 km berdasarkan WLTP.

Mazda juga melengkapi CX-6e dengan sembilan saluran udara untuk mengurangi hambatan angin. Koefisien hambatan udaranya tercatat sebesar 0,258.

Di dalam kabin, CX-6e menggunakan layar sentuh 26,45 inci beresolusi 5K yang membentang hingga sisi penumpang. Pengemudi mendapatkan tampilan informasi pada kaca depan atau head-up display berukuran 50 inci, dengan pilihan hingga 100 inci.

Menurut China EV DataTracker, Mazda mengirimkan 4.532 unit CX-6e pada Agustus 2026. Model tersebut menyumbang 45 persen dari total penjualan Mazda di China pada periode yang sama.

Dengan penambahan LiDAR, CX-6e menghadapi persaingan dengan Deepal S07 yang sudah menawarkan sistem bantuan mengemudi Qiankun ADS dari Huawei pada varian tertingginya.

Mazda belum mengumumkan apakah sedan 6e juga akan mendapatkan sistem bantuan mengemudi terbaru tersebut.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *