JAKARTA – Ledakan nuklir menghajar sepak bola Inggris. Begitu ibaratnya saat media lokal membeberkan klub raksasa Manchester City dinyatakan melakukan 114 pelanggaran sepanjang 2009 hingga 2018. Man City pun terancam sanksi sangat berat saat palu penghakiman diketok dan pembelaannya tidak diterima lagi.
Man City sesungguhnya menghadapi 115 tuduhan. Namun hanya satu yang tidak terbukti. Ini berarti ada 114 aturan yang dilanggar klub elite Premier League Inggris itu.
Pelanggaran Man City selama sembilan tahun itu terbagi menjadi lima kategori tetapi semuanya terkait dengan regulasi Financial Fair Play dari UEFA dan aturan Profitability and Sustainability yang ditetapkan Premier League.
Intinya klub melakukan penipuan soal keuangan seperti misalnya tak memberikan informasi yang akurat soal finansial mereka. Termasuk detil pemasukan seperti pemasukan dari sponsor, dan yang lain serta biaya operasional klub.
Tak hanya itu, Man City juga ditetapkan melakukan pelanggaran terkait pembayaran atau kontrak manajer dan pemain, termasuk detil kontrak manajer Roberto Mancini yang kini kembali menangani tim nasional Italia.
Mancini menangani The Cityzens pada 2009 hingga 2013. Dirinya membawa Man City memenangi Premier League dan Piala FA masing-masing satu kali serta Community Shield.
Repotnya lagi saat Premier League melakukan investigasi sepanjang Desember 2018 hingga Februari 2023, klub dinilai tidak kooperatif. Buntutnya, sikap klub itu membuat Premier League menjatuhkan hukuman tambahan kepada Man City.
Setelah melalui proses investigasi yang cukup panjang, Man City akhirnya dinyatakan bersalah dan melakukan 114 pelanggaran. Hanya hukuman atas pelanggaran itu memang belum ditetapkan. Man City juga masih mendapat kesempatan melakukan pembelaan atas hukuman itu.
Meski demikian, klub tetap menyatakan tidak bersalah. Tidak ada pernyataan resmi dari klub. Namun Evening Standard menerima rilis dari Man City yang menyebutkan, “Proses di Premier League masih berlangsung dengan beberapa elemen penting yang sudah diselesaikan. Namun hasilnya sangat dirahasiakan.”
“Posisi Manchester City FC tidak berubah sejak klub mengeluarkan statement pada Februari 2023.”
“Klub selama delapan tahun telah dengan sungguh-sungguh menghormati proses hukum yang berlaku. Klub juga keyakinan bahwa jajaran dewan dan eksekutif Premier League bertindak sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan berintegritas, serta bebas dari pengaruh kepentingan tertentu.”
Setelah ditunggu-tunggu, pimpinan klub Khaldoon Al Mubarak akhirnya mengirim surat terbuka kepada suporter. Dirinya tetap menunjukkan sikap tidak ada yang salah dari apa yang dilakukan Man City selama periode tersebut.
“Ini yang saya sampaikan kepada keluarga saya: proses di Premier League masih panjang. Keyakinan dan tekad kami untuk membuktikan bahwa klub ini tidak bersalah tetap sama kuatnya seperti ketika proses ini dimulai,” tulis Al Mubarak.
“Masih banyak hal yang sebenarnya ingin saya sampaikan kepada Anda semua agar Anda memahami mengapa kami begitu yakin dengan posisi kami. Namun, kerahasiaan ketat dalam proses hukum ini dan tekad kami untuk menghormatinya membuat saya belum dapat mengungkapkannya saat ini.”
Meski sudah ada pembelaan, namun Man City kemungkinan bakal dinyatakan melakukan pelanggaran. Bahkan UEFA sesungguhnya pernah menjatuhkan sanksi kepada Man City karena pelanggaran regulasi FFP selama 2012 hingga 2016.
UEFA memberikan sanksi dua tahun dilarang berkompetisi di Eropa. Namun Man City berhasil mematahkan tuduhan itu lewat Court of Arbitration for Sport (CAS).
Lalu bila dinyatakan bersalah, apa saja sanksi yang diterima Man City? Menurut informasi, klub bakal dikenai denda hingga 10 juta pound. Namun sanksi yang berat antara lain pengurangan poin antara 40 hingga 60 poin. Bahkan ada yang memperkirakan pengurangan poin bisa sampai 70. Bila itu yang terjadi, Man City bisa terdegradasi.
Hukuman berikutnya bisa berupa pencabutan gelar juara. Selama periode itu, Man City memenangkan tiga trofi Premier League, sekali Piala FA, tiga Piala Liga Inggris dan sekali Community Shield.
Bila gelar liga dicopot, maka Manchester United yang dinyatakan memenangi Premier League 2012 dan 2018 karena saat itu mereka menjadi runner up. Sedangkan gelar di musim 2014 diberikan Liverpool yang menduduki peringkat dua.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
