Bank Jakarta dan PT SMI Kucurkan Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur Jakarta


JAKARTA – Bank Jakarta bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mengucurkan pembiayaan sindikasi Rp2,11 triliun untuk membiayai tujuh proyek infrastruktur prioritas di Jakarta. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan flyover, rumah susun, hingga sejumlah infrastruktur pengendali banjir.

Dari total pembiayaan itu, Bank Jakarta menyediakan Rp1 triliun. Sementara PT SMI memberikan dukungan maksimal Rp1,11 triliun.

Perjanjian pembiayaan diteken Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, dan Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo di Balai Kota Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pembiayaan ini menjadi salah satu skema yang digunakan Pemprov DKI untuk membiayai pembangunan tanpa hanya mengandalkan satu sumber pendanaan.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mempercepat pemenuhan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan warga Jakarta,” kata Pramono, dikutip pada Minggu, 27 September.

Tujuh proyek yang masuk dalam pembiayaan sindikasi tersebut yakni pembangunan Flyover Latumeten, Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya Tahap II, dan Rumah Susun Rorotan IX Tahap I.

Kemudian pembangunan waduk, situ, dan embung; polder dan kolam retensi; serta tanggul dan pengendali banjir Pesisir Pantai Tahap III.

Sejumlah proyek tersebut berkaitan langsung dengan persoalan perkotaan Jakarta, mulai dari kemacetan dan kebutuhan hunian hingga ancaman banjir.

Flyover Latumeten diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan keselamatan pengguna jalan. Sementara proyek rumah susun ditujukan untuk menambah ketersediaan hunian layak dan terjangkau.

Adapun pembangunan waduk, embung, polder, kolam retensi, serta tanggul pesisir berkaitan dengan penguatan sistem pengendalian banjir Jakarta.

Pramono mengatakan, Pemprov DKI kini mengembangkan sejumlah skema pembiayaan untuk mengejar pembangunan proyek prioritas.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mempercepat pemenuhan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan warga Jakarta,” tutur Pramono.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, kerja sama dengan PT SMI menjadi bagian dari dukungan pembiayaan terhadap pembangunan infrastruktur di Jakarta.

“Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,” ungkap Agus.

Menurut Agus, Bank Jakarta akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyediakan skema pembiayaan bagi proyek pembangunan di Jakarta.

Sementara itu, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, kebutuhan pembangunan infrastruktur daerah membutuhkan skema pendanaan yang tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.

“PT SMI siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucap Reynaldi.

Hingga Juli 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp37,19 triliun. Dari angka tersebut, outstanding pembiayaan tercatat Rp13,67 triliun.

Reynaldi menyebut kolaborasi dengan Bank Jakarta juga dapat menjadi model pembiayaan bagi pembangunan infrastruktur di daerah lain, dengan menyesuaikan kebutuhan proyek dan kapasitas keuangan masing-masing pemerintah daerah.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *