JAKARTA – BYD Seagull generasi kedua berpotensi membawa teknologi pengisian baterai supercepat yang mampu meningkatkan daya baterai dari 10 persen menjadi 97 persen hanya dalam sembilan menit. Mobil listrik asal China itu juga diperkirakan memiliki daya pengisian sesaat lebih dari 300 kW.
Menurut CarNewsChina, dikutip Sabtu, 26 September, petunjuk mengenai teknologi tersebut muncul dari foto terbaru Seagull yang terlihat terparkir di depan replika stasiun Flash Charging milik BYD. Mobil itu diduga tengah dipersiapkan untuk pemotretan resmi menjelang peluncurannya pada 2026.
Meski demikian, BYD belum memastikan apakah Seagull generasi kedua akan menggunakan teknologi tersebut. Belum diketahui pula varian mana yang akan mendapatkannya.
Teknologi Flash Charging yang dikembangkan BYD diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen menjadi 70 persen dalam lima menit. Untuk mencapai 97 persen, waktu yang dibutuhkan sembilan menit.
Pada suhu ekstrem minus 30 derajat Celsius, waktu pengisiannya diklaim hanya bertambah tiga menit.
Seagull terbaru diperkirakan tersedia dengan dua pilihan baterai lithium iron phosphate (LFP), masing-masing berkapasitas 30 kWh dan 39,2 kWh.
Kedua baterai tersebut menawarkan jarak tempuh 320 km dan 420 km berdasarkan standar pengujian CLTC China. Jika menggunakan standar WLTP, jaraknya setara sekitar 259 km dan 340 km.
CLTC dan WLTP merupakan metode pengujian untuk mengukur jarak tempuh kendaraan listrik. Hasil keduanya dapat berbeda karena menggunakan kondisi dan pola berkendara yang tidak sama.
Namun, belum diketahui apakah kedua pilihan baterai Seagull akan menggunakan Blade Battery 2.0. Teknologi baterai terbaru BYD tersebut menjadi persyaratan untuk mendukung Flash Charging.
Sejumlah sumber di China memperkirakan pengisian supercepat hanya tersedia pada varian lebih tinggi, kemungkinan dengan baterai 39,2 kWh.
Jika perkiraan tersebut benar, daya pengisian rata-ratanya berpotensi mencapai 282 kW saat baterai diisi dari 10 persen menjadi 70 persen.
Daya sesaat bahkan diperkirakan melampaui 300 kW pada awal pengisian, sebelum berangsur turun seiring meningkatnya tingkat keterisian dan suhu baterai.
Sebagai gambaran, kW menunjukkan besarnya daya pengisian, sedangkan kWh menunjukkan kapasitas energi yang dapat disimpan baterai.
Kemampuan tersebut berpotensi menjadi keunggulan Seagull dibandingkan sebagian besar pesaingnya, yang masih memiliki daya pengisian di bawah 100 kW.
Pada Seagull generasi saat ini, varian dasar dengan jarak tempuh 305 km masih menggunakan baterai berpendingin udara. Sistem tersebut berpotensi memengaruhi kecepatan pengisian dan usia pakai baterai di wilayah beriklim panas.
BYD diperkirakan tidak lagi menggunakan pilihan baterai berpendingin udara pada generasi terbaru.
Seagull generasi kedua juga mengalami perubahan cukup besar dari sisi ukuran. Mobil yang dijuluki Great Seagull itu memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda 2.650 mm.
Kapasitasnya meningkat dari empat menjadi lima penumpang.
Motor listrik penggerak roda depannya menghasilkan tenaga 95 kW atau 127 hp, meningkat 40 kW dibandingkan varian tertinggi Seagull generasi sebelumnya di China. Kecepatan maksimumnya mencapai 150 km per jam.
Seagull terbaru juga pernah terlihat menggunakan sensor LiDAR di atap. Perangkat yang memanfaatkan sinar laser untuk mendeteksi objek dan lingkungan sekitar itu mengisyaratkan kemungkinan hadirnya sistem bantuan berkendara DiPilot 300 atau God’s Eye B.
Pada generasi sebelumnya, sistem tersebut tersedia sebagai pilihan tambahan dengan biaya 12.000 yuan atau sekitar 1.800 dolar AS.
BYD telah memastikan Seagull generasi kedua akan meluncur di China pada 2026, tetapi belum mengumumkan harga resminya.
Sebagai perbandingan, model saat ini dijual mulai 69.900 hingga 85.900 yuan atau sekitar 10.400–12.800 dolar AS. Harga generasi terbaru diperkirakan lebih tinggi.
Meski demikian, Seagull berpotensi menjadi mobil BYD pertama dengan Flash Charging yang dijual di bawah 100.000 yuan atau sekitar 15.000 dolar AS.
Dari sisi infrastruktur, BYD telah membuka stasiun Flash Charging ke-10.000 pada akhir Agustus 2026. Perusahaan menargetkan jumlahnya mencapai 20.000 stasiun pada akhir tahun.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
