JAKARTA – Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan tali kasih kepada keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal speed boat yang hilang saat menjalakan tugas meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Pemberian tali kasih tersebut disampaikan Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata kepada keluarga korban di kantor BP BUMN, Jakarta, Kamis, 24 September.
Tedi menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa jurnalis dan kru kapal. Menurut dia, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pekerjaan jurnalistik memiliki risiko dan membutuhkan pengorbanan dari para insan pers di lapangan.
“Atas nama keluarga besar BP BUMN, kami menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi yang menimpa para kru jurnalis yang celaka saat menjalankan tugas,” ujar Tedi dalam acara penyerahan tali kasih di Kantor BP BUMN, Kamis, 24 September.
Tedi juga bilang informasi yang setiap hari diterima masyarakat melalui berita, foto, maupun berbagai produk jurnalistik tidak diperoleh dengan mudah. Di baliknya terdapat proses peliputan dengan berbagai tantangan dan risiko.
“Apa yang kita baca, artikel yang kita baca, foto jurnalis yang kita lihat, yang kadang kita asal swipe. Itu ternyata untuk membuatnya itu tidak mudah. Penuh dengan pengorbanan, ada perjalanan, ada risiko,” ucapnya.
Di samping itu, Tedi juga menegaskan tali kasih yang diberikan BP BUMN tidak dimaksudkan untuk menggantikan kehilangan yang dialami keluarga korban.
Lebih lanjut, Tedi bilang bantuan yang diberikan ini adalah bentuk kepedulian sekaligus upaya keluarga besar BUMN untuk hadir dan memberikan dukungan di tengah situasi sulit yang dihadapi keluarga.
“Tali kasih yang akan kita berikan pada sore hari ini tentu tidak akan bisa menggantikan apa yang hilang Kami hanya ingin berikhtiar untuk menyampaikan bahwa Bapak dan lbu tidak sendiri. Kami ada, kami hadir, dan ini tidak hanya satu BUMN, banyak BUMN yang hadir,” ujarnya.
Sejumlah BUMN yang hadir di antaranya yakni Perum LPPNPI AirNav Indonesia; Perum Peruri; Perum Jasa Tirta I; Perum Jasa Tirta II; Pelindo; Jasa Marga; ASDP Indonesia Ferry; PTPN IV; Antara ETP; dan Perum LKBN Antara.
Selain itu, Tedi juga meminta kepada pemimpin media agar perhatian terhadap keselamatan para jurnalis terus ditingkatkan, termasuk dukungan bagi insan pers yang menjalankan tugas di lapangan.
“Jadi jurnalis itu adalah aset yang paling berharga,” kata Tedi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
