TANGERANG – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta, nilai impor produk industri halal dapat ditekan pada tahun depan.
Meski nilai ekspor produk halal Indonesia terbilang cukup besar, akan tetapi, Agus menyayangkan angka impor juga masih terlalu tinggi.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), nilai ekspor produk industri halal RI mencapai 35,72 miliar dolar AS sampai Juni 2026.
Sementara, nilai impor produk industri halal tercatat sebesar 17,47 miliar dolar AS hingga periode yang sama.
Hal tersebut diungkap Agus dalam sambutannya pada acara Halal Indo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis, 24 September.
“Jangan dilihat kalau kami surplus, saya ingin bahwa angka impornya tahun depan menurun,” ujar Agus.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyampaikan bahwa kontribusi industri halal terhadap PDB mencapai Rp1.102 triliun hingga semester I-2026.
Adapun konsumsi rumah tangga Muslim di Indonesia tercatat sebesar Rp5.974,9 triliun hingga paruh pertama tahun ini.
“Sekali lagi, ini menunjukkan kekuatan luar biasa dan memiliki dua pendekatan kekuatan, yaitu pasar domestik yang besar. Pasar domestik yang besar ini juga menjadi pembukaan bahwa basis industri kami sudah kuat dan sudah berkembang,” pungkasnya.
Menurut Kemenperin, penguatan industri halal menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing manufaktur nasional, mengingat Indonesia memiliki pasar domestik yang besar dengan jumlah penduduk Muslim mencapai 248,6 juta jiwa pada 2025.
Di tingkat global, konsumsi umat Muslim pada enam sektor ekonomi syariah tercatat mencapai 2,6 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS di 2029.
Untuk memperkuat ekosistem industri halal, Kemenperin berpartisipasi dalam penyelenggaraan Halal Indo 2026 dengan memfasilitasi 182 pelaku usaha industri, terutama industri kecil.
Selain menyediakan stan pameran, Kemenperin juga menghadirkan layanan industri halal, workshop, coaching clinic, business matching bertema Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) serta Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku industri yang berkontribusi dalam pengembangan industri halal nasional.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
