JAKARTA – Kombucha bukan satu-satunya pilihan minuman probiotik untuk membantu menjaga kesehatan usus. Ada beberapa minuman lain yang juga mengandung mikroorganisme baik dan bisa menjadi alternatif dalam pola makan sehari-hari.
Menurut Health yang dikutip dari Antara, Senin, 21 September, konsumsi makanan dan minuman kaya probiotik secara teratur dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus sekaligus mendukung kesehatan pencernaan.
Mikrobioma usus adalah kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan dan berperan dalam berbagai fungsi tubuh.
Salah satu pilihan adalah susu kefir. Minuman fermentasi ini dibuat dari susu dan butiran kefir, dengan tekstur dan rasa yang mirip yogurt.
Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi kefir susu dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus.
Bagi yang menghindari produk susu, air kefir bisa menjadi alternatif. Minuman ini dibuat dari air, gula, serta bakteri dan ragi yang terdapat dalam butiran kefir air.
Mikroorganisme tersebut memanfaatkan gula selama proses fermentasi dan menghasilkan minuman yang secara alami berkarbonasi. Buah, rempah, atau jus juga bisa ditambahkan untuk memberi rasa.
Pilihan lain adalah buttermilk atau takra. Minuman ini merupakan susu yang difermentasi menggunakan bakteri asam laktat atau LAB.
Bakteri asam laktat termasuk kelompok probiotik yang banyak ditemukan dalam produk susu fermentasi. Buttermilk juga mengandung protein, kalsium, dan vitamin A.
Selain itu, ada jus probiotik. Produk ini dibuat dari jus buah atau sayuran yang ditambahkan probiotik.
Karena tidak berbahan dasar susu, jus probiotik bisa menjadi pilihan bagi orang dengan intoleransi laktosa atau alergi susu. Kandungan lemaknya juga cenderung lebih rendah dibandingkan minuman probiotik berbasis susu, meski kadar gulanya bisa lebih tinggi.
Meski demikian, tidak semua produk fermentasi otomatis mengandung probiotik hidup. Beberapa produk dipasteurisasi atau dimasak setelah proses fermentasi.
Pasteurisasi dapat membunuh mikroorganisme, termasuk probiotik. Karena itu, konsumen sebaiknya memeriksa label dan memilih produk yang mencantumkan keterangan “kultur hidup dan aktif”.
Kandungan gula juga perlu diperhatikan, terutama pada kefir buah, soda probiotik, dan jus probiotik.
Pilihan dengan gula lebih rendah dapat membantu mengurangi asupan gula harian.
Label produk juga perlu diperiksa untuk melihat jumlah mikroorganisme hidup yang dikandungnya. Secara umum, konsumsi sekitar 10⁶ hingga 10⁷ CFU per mililiter per hari direkomendasikan untuk memperoleh manfaat kesehatan.
CFU atau colony-forming unit merupakan satuan yang digunakan untuk memperkirakan jumlah mikroorganisme hidup yang masih mampu berkembang biak.
Sebagian besar produk probiotik juga perlu disimpan di lemari es. Penyimpanan yang tidak tepat dapat mengurangi jumlah mikroorganisme hidup dan membuat manfaatnya menurun.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
