Ivan Gunawan ‘Nagih’ Main Film Usai Bintangi Ibu, Bagaimanakah Aku Tanpamu?


JAKARTA — Desainer sekaligus presenter ternama Ivan Gunawan akhirnya kembali unjuk gigi di layar lebar lewat film drama keluarga bertajuk Ibu, Bagaimanakah Aku Tanpamu?. Pria yang akrab disapa Igun ini mengaku sangat bersyukur bisa kembali berakting setelah sekian lama tidak mendapatkan tawaran film sejak awal era 2000-an.

“Saya kan bukan pemain film ya, udah lama juga. Dulu awal karier tahun 2000-an aku pernah main film, abis itu kan enggak pernah ditawarin lagi. Alhamdulillah selalu punya afirmasi, ‘Iya kok enggak ada yang nawarin gue main film ya’,” seloroh Ivan Gunawan di kawasan Jakarta Pusat, belum lama ini.

“Sampai akhirnya ada film yang bener-bener bisa membawa cerita buat perjalanan karier. Ya mungkin ini namanya rezeki ya, Ca. Akhirnya kita bisa syuting bareng, dan bisa ngerasain bermain bersama dengan Marsha Timothy yang sangat profesional menurut aku,” lanjutnya antusias.

Tak hanya berakting di depan kamera, desainer berusia 42 tahun ini juga memboyong suasana butik aslinya secara total ke lokasi pengambilan gambar demi menghidupkan karakter yang diperankannya.

“Kalau dilihat film ini tuh gambarnya kayak video klip ya, detail banget. Dan yang aku bilang tadi di butik aku tuh, hampir setengah butik aku tuh pindah ke lokasi gitu kan,” beber Ivan.

Rasa bangga dan totalitas Igun berlanjut hingga momen gala premiere, di mana ia secara khusus merancang busana bertema gaun pernikahan berwarna putih untuk dirinya, Marsha Timothy, dan aktris cilik Fara Shakila.

“Film ini kan diadaptasi dari film Korea yang judul aslinya adalah Wedding Dress. Waktu pertama kali dapat naskah judulnya masih Wedding Dress. Jadi untuk mengapresiasi film tersebut, akhirnya aku kasih konsep ke Caca sama ke Fara untuk kita konsepnya wedding dress. Kita warnanya putih-putih, bertiga penginnya setema,” tuturnya.

Proses pembuatan gaun-gaun spesial tersebut bahkan diselesaikannya dalam waktu super kilat tanpa mengurangi detail kemewahannya.

“Spesial dong, karena ini kan premiere. Aku pengin ini menjadi sebuah momentum, sejarah juga gitu kan. Seminggu ya, cepet banget saya seminggu buatnya. Dan ini mungkin baju desainer pertama buat kamu ya Fara ya, disimpen bajunya ya,” pesan Igun kepada Fara.

Sembari bercanda, Ivan menegaskan bahwa para pemeran lain tidak boleh memesan model tertentu atas busana yang dirancangnya.

“Oh kalau bikin baju sama saya kan enggak boleh by request. Jadi harus nurut. Jadi harus nurut, ayo cepet fitting, gitu. Jadi ya alhamdulillah semuanya dimudahkan,” ungkapnya seraya tertawa lepas.

Igun pun memuji kelancaran proses syuting yang digarap secara efisien meski berlangsung di tengah bulan suci Ramadan.

“Dan yang masyaallahnya tuh rata-rata kita di lokasi enggak pernah take lebih dari dua kali gitu. Jadi persiapan take-nya lumayan panjang, sampai pas di take-nya tuh kita biasanya one take okay ya, Ca. Jadi produksi ini Allah kasih mudah sih, walaupun syutingnya bulan puasa tahun lalu,” katanya.

Menuntaskan proyek drama ini ternyata meninggalkan kerinduan tersendiri bagi sang desainer hingga membuatnya ketagihan untuk kembali bermain film.

“Pasti kangen ya. Kangen momen-momen di ruang tunggu, momen-momen bercanda di lokasi. Jadi makanya aku tuh ngerasa kayak main film tuh emang nagih ya, kayak pengin lagi, pengin lagi, pengin lagi,” aku Ivan.

Film karya rumah produksi Falcon Pictures ini akan tayang pada 24 September mendatang.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *