TAIYUAN – China meluncurkan empat satelit radar yang mampu memproses data pengindraan jauh secara langsung di orbit. Satelit PIESAT-2 13 hingga 16 dibawa menggunakan roket Long March-2D dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan, Provinsi Shanxi, Sabtu.
Antara, disitat Minggu, 20 September yang mengutip Xinhua, menyebut peluncuran dilakukan pada pukul 18.50 waktu Beijing. Keempat satelit berhasil memasuki orbit yang telah ditentukan.
Satelit tersebut menggunakan teknologi synthetic aperture radar atau SAR dan dikembangkan GalaxySpace, perusahaan satelit swasta yang berbasis di Beijing.
SAR merupakan teknologi radar yang dapat menghasilkan citra permukaan bumi beresolusi tinggi dengan memanfaatkan gelombang radio.
Kepala Perancang Satelit SAR Duan Xiao mengatakan keempat satelit dilengkapi muatan beresolusi tinggi dan sistem cerdas. Teknologi tersebut memungkinkan data hasil pengindraan jauh diproses secara waktu nyata ketika satelit masih berada di orbit.
Kemampuan itu mengurangi kebutuhan untuk mengirim seluruh data mentah ke stasiun bumi sebelum diproses.
Menurut Duan, desain tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan infrastruktur antariksa cerdas pada masa depan.
Empat satelit dibawa dengan Long March-2D, roket berbahan bakar cair dengan dua tahap.
Roket tersebut memiliki kapasitas membawa muatan hingga 1,3 ton menuju orbit sinkron Matahari pada ketinggian sekitar 700 kilometer.
Orbit sinkron Matahari memungkinkan satelit melintasi suatu wilayah pada waktu lokal yang relatif sama dalam setiap perjalanannya. Pola ini banyak digunakan untuk satelit pengamatan bumi.
Pusat peluncuran menyebut penerbangan tersebut merupakan misi ke-668 bagi keluarga roket Long March.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
