KH Hasan Sahal Soal NU-Muhammadiyah di Gontor, Masuk Tetap dengan Identitasnya


PONOROGO – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal menegaskan Gontor tidak dibangun untuk mengubah identitas organisasi keagamaan santrinya. Anak dari keluarga Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah tetap membawa latar masing-masing setelah belajar di pesantren tersebut.

KH Hasan menyampaikan hal itu dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026, yang juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

“Dari NU masuk sini, keluar NU lagi. Anak Muhammadiyah masuk Gontor, keluar Muhammadiyah lagi,” kata KH Hasan.

Ia kemudian mencontohkan hubungan keluarga yang melintasi dua organisasi Islam besar tersebut.

Menurut KH Hasan, banyak keluarga NU memiliki menantu Muhammadiyah, begitu pula sebaliknya.

Ia bahkan menyelipkan humor mengenai dirinya sendiri.

“Saya ini orang bebas. Orang bilang, lu Muhammadiyah agak Wahabi dikit. Tapi menantu saya NU kabeh,” ujarnya.

KH Hasan mengatakan Gontor sejak awal memilih jalur pendidikan dan menempatkan pembentukan manusia sebagai fokus utama.

Dalam sambutannya, ia juga menekankan bahwa alumni Gontor tersebar di berbagai bidang, termasuk pemerintahan, legislatif, yudikatif, dan kehidupan sosial.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *