Prabowo Klaim RI Tak Lagi Impor Solar sejak 1 Juli, Bensin Sawit Mulai Dikembangkan


PONOROGO – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026. Pemerintah kini juga mengembangkan bensin berbahan kelapa sawit dan berencana memproduksi bensin dari batu bara.

Prabowo menyampaikan hal itu dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.

“Kita juga mulai 1 Juli yang lalu, kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri,” kata Prabowo.

Bahan bakar dari CPO akan menjad andalan Indonesia  di masa depan. (Dok Antara)
Bahan bakar dari CPO akan menjad andalan Indonesia di masa depan. (Dok Antara)

Klaim penghentian impor solar mulai 1 Juli juga pernah disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan Agustus 2026. Saat itu, ia mengaitkannya dengan penggunaan biodiesel B50 berbahan kelapa sawit.

Prabowo mengatakan langkah tersebut menjadi penting ketika pasokan solar dunia sedang ketat.

“Hari-hari ini solar langka di dunia. Kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya,” ujarnya.

Ia menyebut kelapa sawit sebagai salah satu sumber energi yang dapat memperkuat kemandirian Indonesia.

Prabowo mengatakan para peneliti Indonesia telah mampu mengembangkan solar dan bensin berbahan kelapa sawit.

“Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya, dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil membuat solar dari kelapa sawit. Dan sudah bisa membuat bensin dari kelapa sawit,” katanya.

Pemerintah, lanjut Prabowo, juga berencana mengembangkan bensin dari batu bara.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *