DPRD DKI Minta Pembangunan Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Tak Lagi Molor 



JAKARTA – DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov DKI Jakarta memastikan pembangunan jalan sejajar rel di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tidak kembali tertunda. Proyek sepanjang sekitar 1,7 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada 2027.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengatakan proyek yang sudah lama direncanakan itu harus memiliki kepastian penyelesaian. Berbagai kendala teknis maupun administratif diminta segera dipetakan agar tidak kembali menghambat pembangunan.

Menurut Khoirudin, peninjauan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menunjukkan proyek tersebut mendapat perhatian. Namun, ia meminta perhatian itu diterjemahkan menjadi percepatan di tingkat pelaksanaan.

“Yang penting sekarang proyek ini harus selesai. Sekarang tinggal bagaimana Pemprov bergerak cepat,” kata Khoirudin, Jumat, 18 September.

Khoirudin juga meminta Pemprov DKI memperjelas persoalan yang masih mengganjal proyek tersebut, termasuk solusi yang harus ditempuh agar target penyelesaian pada 2027 tidak bergeser lagi.

“Harus jelas apa kendalanya dan bagaimana solusinya,” tegas Khoirudin.

Di sisi lain, percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi. Pengaturan arus kendaraan, keselamatan pengguna jalan, akses warga menuju permukiman, hingga aktivitas ekonomi masyarakat harus diperhitungkan selama pengerjaan.

Lebih lanjut, Khoirudin menekankan Pemprov DKI untuk terbuka mengenai perkembangan pembangunan. Informasi mengenai progres, target penyelesaian, maupun kendala proyek dinilai perlu disampaikan kepada masyarakat.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi A DPRD DKI Jakarta akan memantau pelaksanaan proyek tersebut. “Kita dukung, tetapi tetap kita awasi,” pungkas Khoirudin.

Diketahhui, pembangunan jalan sejajar rel di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kembali dilanjutkan Pemprov DKI Jakarta. Proyek sepanjang 1,7 kilometer yang digagas sejak era Gubernur Fauzi Bowo itu ditargetkan mulai dibangun secara fisik dan rampung pada 2027.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek langsung lokasi pembangunan di Jalan Pagu Jaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia mengatakan proyek tersebut sudah direncanakan sejak lama, tetapi pembebasan lahan yang dilakukan bertahap belum juga tuntas.

“Hari ini saya melakukan pengecekan kembali jalan yang sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman Gubernur DKI ke-13 Fauzi Bowo, tetapi sampai hari ini belum terselesaikan,” kata Pramono, Senin, 14 September.

Kajian pembangunan jalan ini telah dilakukan sejak 2013–2014. Namun, proses pengadaan tanah sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.

Saat ini, Pemprov DKI mengklaim pembebasan lahan telah mencapai sekitar 70 persen. Pramono meminta sisa lahan dapat diselesaikan pada 2026 agar pembangunan fisik tidak kembali tertunda.

“Alhamdulillah pembebasan lahan sekarang sudah 70 persen. Masih ada 30 persen dan tentunya dengan kehadiran Bapak Kakanwil, kami mengharapkan penyelesaian ini bisa dilakukan di tahun 2026, sehingga jalan ini akan bisa diselesaikan di tahun 2027,” ujarnya.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 493 Tahun 2024 dan Peta Bidang BPN Nomor 2167/2025, pembangunan jalan membutuhkan 118 bidang tanah dengan luas sekitar 13.890 meter persegi. Sebanyak 65 bidang telah dibebaskan, sementara delapan bidang lainnya masuk proses alih status aset.

Dengan begitu, lahan yang tersedia mencapai 9.744 meter persegi atau sekitar 70 persen dari total kebutuhan proyek.

Masih ada 45 bidang milik warga yang harus diselesaikan. Sebanyak 26 bidang berada dalam tahap pengecekan dan verifikasi dokumen di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan, sedangkan 18 bidang masih dalam proses pengumpulan dan pelengkapan dokumen oleh warga.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *