AI Ancam Jaringan Lama Pentagon, Kerentanan Siber Naik 10 Kali Lipat


JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau AI meningkatkan risiko keamanan siber pada jaringan komputer Pentagon yang sudah menua. Departemen Pertahanan Amerika Serikat disebut mengalami lonjakan kerentanan siber hingga 10 kali lipat di tengah kemampuan AI yang berkembang cepat.

Menurut Anadolu Agency, disitat Jumat, 18 September yang mengutip Washington Post, perangkat AI membuat pihak lawan semakin cepat menemukan dan menggabungkan kelemahan dalam sistem pertahanan AS. Kerentanan siber merupakan celah atau kelemahan dalam sistem komputer yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan serangan.

Letnan Jenderal Paul Stanton, pejabat tinggi pertahanan siber Pentagon sekaligus kepala komando pertahanan siber Angkatan Darat AS, mengatakan pemeliharaan sejumlah sistem telah lama ditunda.

“Kami telah menunda dan mengesampingkan pemeliharaan serta perawatan sistem kami dengan risiko yang bisa membahayakan kami sendiri,” kata Stanton dalam sebuah konferensi di Washington pekan lalu.

“Tidak lagi,” lanjutnya.

Para pakar keamanan siber menilai ancaman serangan berbasis AI terhadap jaringan Pentagon menjadi persoalan keamanan nasional yang mendesak. Pihak lawan dinilai memiliki perangkat yang semakin canggih untuk memanfaatkan kelemahan dalam jaringan militer AS.

Masalahnya, pembaruan jaringan Pentagon tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Infrastruktur yang sudah usang dan pemeliharaan yang tertunda selama bertahun-tahun membuat proses perbaikan dapat memakan waktu, sementara kemampuan AI terus berkembang cepat.

“Ini telah menjadi prioritas yang cukup mendesak,” kata Michael C. Horowitz, Direktur Program Pertahanan dan Keamanan Nasional di Council on Foreign Relations, seperti dikutip Washington Post.

Menurut Horowitz, risiko terbesar muncul ketika pihak lawan semakin mampu mengganggu jaringan informasi AS dan mengakses data militer.

“Risikonya adalah pihak lawan semakin mampu mengganggu jaringan informasi AS, mengakses data militer Amerika, dan pada akhirnya membahayakan keamanan nasional,” ujarnya.

Peringatan soal jaringan Pentagon muncul di tengah perdebatan yang semakin tajam di Washington mengenai risiko AI. Perdebatan itu menguat setelah peneliti Anthropic Jacob Coxon mengundurkan diri dan memperingatkan teknologi tersebut dapat membawa risiko ekstrem pada masa depan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *