JAKARTA – McLaren memastikan rencana memperluas jajaran produknya dengan menghadirkan SUV berperforma tinggi. Proyek tersebut mendapat dukungan investasi £500 juta atau sekitar Rp11,96 triliun dari pemilik McLaren Automotive, L’IMAD, lembaga investasi milik Abu Dhabi.
Investasi itu akan digunakan untuk memperkuat kemampuan penelitian dan pengembangan serta fasilitas manufaktur McLaren di Inggris. SUV menjadi salah satu model utama dalam ekspansi tersebut dan akan membawa McLaren masuk lebih jauh ke segmen SUV mewah.
Model baru itu diproyeksikan menjadi pesaing Ferrari Purosangue dan Aston Martin DBX707. Namun, McLaren tetap mempertahankan fokus pada mobil sport berperforma tinggi sebagai bagian penting dari identitas mereknya.
Investasi selama enam tahun tersebut juga diperkirakan menciptakan sedikitnya 1.000 lapangan kerja langsung hingga 2032. Sementara itu, sekitar 3.000 pekerjaan tambahan berpotensi muncul di sepanjang rantai pasok.
Dana tersebut akan memperkuat sejumlah fasilitas utama McLaren di Inggris. Pusat penelitian dan pengembangan serta perakitan mobil sport berada di Woking, pusat desain berada di Oxfordshire, sedangkan fasilitas produksi struktur serat karbon berada di Sheffield.
McLaren juga akan mulai memproduksi mesin dan transmisi secara mandiri. Langkah ini menjadi perubahan besar karena selama ini produksi mesin untuk sejumlah modelnya masih dipercayakan kepada pemasok Inggris, Ricardo.
Mesin V8 dengan dua turbo yang digunakan McLaren 750S serta mesin V6 hybrid pada Artura saat ini diproduksi oleh Ricardo. Dalam rencana ekspansi terbaru, McLaren akan mengembangkan dua mesin dan transmisi baru sekaligus membangun kemampuan produksi sistem penggerak secara internal.
Untuk SUV-nya, McLaren disebut akan menggunakan mesin hybrid berperforma tinggi. CEO McLaren Group Holdings, Nick Collins, sebelumnya mengatakan perusahaan belum akan sepenuhnya beralih ke tenaga listrik sampai konsumen benar-benar menginginkannya.
“Kami harus mengikuti keinginan pelanggan. Kami tidak bisa memaksakan sesuatu kepada mereka ketika mereka belum siap. Ketika mereka siap, kami bisa melakukannya,” kata Collins dikutip VOI dari Auto Express.

Menurut Collins, mesin pembakaran internal yang dipadukan dengan sistem hybrid akan membantu McLaren memenuhi standar emisi untuk produk-produk masa depannya.
Kehadiran SUV juga tidak berarti McLaren meninggalkan segmen mobil sport yang selama ini menjadi identitas utamanya. Setelah 788HS menjadi model terakhir dari keluarga 750S, McLaren akan melanjutkan pengembangan mobil sport berperforma tinggi.
Salah satu model berikutnya adalah McL 6GT yang dijadwalkan hadir pada 2028. Mobil tersebut akan menggunakan mesin V8 dan menjadi McLaren pertama sejak F1 pada 1992 yang kembali menawarkan transmisi manual.
“Kami akan melakukan semua yang selalu kami lakukan, tetapi lebih banyak dan bahkan lebih baik, dengan beberapa hal lain di sekitarnya,” ujar Collins.
Ia mengatakan McLaren akan menyasar pasar yang lebih luas, tetapi tetap mempertahankan karakter dan formula yang menjadi ciri khas merek tersebut.
“Kami akan melayani audiens yang cukup luas, tetapi dengan cara McLaren, menggunakan resep McLaren. Dan kami tidak akan melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan merek dan nilai-nilai kami,” katanya.
McLaren belum mengungkapkan jadwal pasti peluncuran SUV maupun seluruh model baru dalam rencana ekspansinya. Namun, investasi £500 juta tersebut mencakup periode enam tahun.
Collins mengatakan McLaren telah melakukan perencanaan secara detail selama lebih dari satu tahun untuk memastikan fondasi ekspansi tersebut siap. Ia juga menegaskan bahwa proses pengembangan produk baru akan berlangsung cepat.
Investasi terbaru ini menjadi langkah besar kedua dari Abu Dhabi untuk memperkuat McLaren setelah mengakuisisi bisnis otomotif tersebut pada April 2025. Sebelumnya, pemilik baru McLaren telah melunasi utang bisnis otomotif yang diperkirakan mencapai sekitar £800 juta.
Bagi Inggris, ekspansi McLaren juga diharapkan memberikan dampak ekonomi lebih luas melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan keterampilan. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyambut investasi tersebut karena dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan di fasilitas produksi McLaren.
“Investasi McLaren akan menciptakan program pemagangan berkualitas tinggi, lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan jauh di luar gerbang pabrik mereka,” kata Burnham dalam sebuah pernyataan.
Dengan investasi baru tersebut, McLaren memasuki fase ekspansi yang mencakup pengembangan SUV, mesin, transmisi, fasilitas produksi serta generasi baru mobil sport.
Untuk versi berikutnya, saya juga bisa menerjemahkan istilah teknis otomotif ke padanan Indonesia secara konsisten, tetapi tetap mempertahankan istilah yang memang lazim dipakai di media otomotif.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
