{"id":97944,"date":"2026-08-07T16:07:15","date_gmt":"2026-08-07T09:07:15","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/08\/07\/pengusaha-ritel-sebut-harga-barang-impor-naik-hingga-10-persen-imbas-pelemahan-rupiah\/"},"modified":"2026-08-07T16:07:15","modified_gmt":"2026-08-07T09:07:15","slug":"pengusaha-ritel-sebut-harga-barang-impor-naik-hingga-10-persen-imbas-pelemahan-rupiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/08\/07\/pengusaha-ritel-sebut-harga-barang-impor-naik-hingga-10-persen-imbas-pelemahan-rupiah\/","title":{"rendered":"Pengusaha Ritel Sebut Harga Barang Impor Naik hingga 10 Persen imbas Pelemahan Rupiah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengungkapkan, harga sejumlah barang impor yang dijual di ritel modern telah naik di kisaran 5-10 persen dalam dua bulan terakhir.<\/p>\n<p>Kenaikan tersebut dipicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang meningkatkan biaya pengadaan barang impor.<\/p>\n<p>Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan, pelemahan kurs telah mendorong pelaku usaha menyesuaikan harga jual, terutama untuk produk yang masih bergantung pada bahan baku dari luar negeri.<\/p>\n<p>&#8220;Naiknya sudah sejak sebulan dua bulan lalu, ya, kami sudah naikkan harga,&#8221; ujar Budihardjo saat ditemui wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 6 Agustus.<\/p>\n<p>Meski begitu, Budihardjo menegaskan pelaku usaha berupaya menahan kenaikan harga agar tidak terlalu membebani konsumen. Menurut dia, hal yang paling dibutuhkan dunia usaha saat ini adalah stabilitas nilai tukar, bukan semata-mata rupiah yang lebih kuat.<\/p>\n<p>&#8220;Sebenarnya dolar atau rupiah itu yang penting stabil, ya, jangan naik-turun naik-turun gitu. Jadi, kalau stabil berapapun, ya, kami bisa menghitung harga jual,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Budihardjo menjelaskan, apabila nilai tukar terus bergejolak, pelaku usaha akan kesulitan menghitung biaya pengadaan barang dan menentukan harga jual. Oleh karena itu, peritel berupaya melakukan efisiensi untuk menekan dampak kenaikan kurs terhadap harga produk.<\/p>\n<p>Selain tekanan kurs, dia mengakui, profitabilitas pelaku ritel juga tertekan. Meskipun penjualan masih tumbuh, margin keuntungan menyusut karena perusahaan memilih mempertahankan daya beli masyarakat melalui berbagai program diskon.<\/p>\n<p>&#8220;Kami omzet naik, tapi memang ada penurunan profit. Nah, itu memang ada strategi untuk menaikkan penjualan dengan menekan profit. Jadi dengan diskon-diskon itu otomatis, kan, berkurang profit kami,&#8221; ucap Budihardjo.<\/p>\n<p>Menurut Budihardjo, pelemahan kurs turut menggerus margin keuntungan karena sebagian biaya pengadaan barang masih bergantung pada impor.<\/p>\n<p>&#8220;Karena masalah ini, kan, sekarang biaya dan kenaikan dolar. Rupiah melemah itu, kan, juga menggerus profit kami. Nah, kami berusaha untuk menstabilkan harga,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Bina Usaha Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Franciska Simanjuntak menyampaikan, kenaikan harga barang dipengaruhi banyak faktor.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dia bilang, pelaku usaha juga menanggung beban dengan memangkas margin melalui program promosi dan diskon agar penjualan tetap terjaga.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, sebenarnya bukan hanya konsumen yang merasa kok harga barangnya naik, tetapi dari pelaku usaha sendiri tadi juga banyak sale, banyak harga ditekan. Itu, kan, keuntungannya tergerus juga supaya meningkatkan penjualan dan pastinya juga untuk membuat roda perekonomian berputar,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Franciska menambahkan, pemerintah terus mendukung penyelenggaraan berbagai program festival belanja sepanjang tahun sebagai upaya menjaga konsumsi rumah tangga di tengah turunnya daya beli masyarakat dan periode low season yang berlangsung menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/ekonomi\/588673\/pengusaha-ritel-sebut-harga-barang-impor-naik-hingga-10-persen-imbas-pelemahan-rupiah\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengungkapkan, harga sejumlah barang impor yang dijual di ritel modern telah naik di kisaran 5-10 persen dalam dua bulan terakhir. Kenaikan tersebut dipicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang meningkatkan biaya pengadaan barang impor. Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan, pelemahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":97945,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-97944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=97944"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97944\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/97945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=97944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=97944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=97944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}