{"id":97818,"date":"2026-08-06T23:37:35","date_gmt":"2026-08-06T16:37:35","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/08\/06\/mengapa-jerawat-muncul-di-tempat-yang-sama-terus-ini-alasannya\/"},"modified":"2026-08-06T23:37:35","modified_gmt":"2026-08-06T16:37:35","slug":"mengapa-jerawat-muncul-di-tempat-yang-sama-terus-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/08\/06\/mengapa-jerawat-muncul-di-tempat-yang-sama-terus-ini-alasannya\/","title":{"rendered":"Mengapa Jerawat Muncul di Tempat yang Sama Terus? Ini Alasannya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>YOGYAKARTA \u2013 Pernahkah Anda mengalami tumbuh jerawat namun di tempat yang sama? Kondisi tersebut ternyata terjadi bukan tanpa alasan. Alasan mengapa jerawat muncul di tempat yang sama terus tidak melulu terkait kondisi kulit. Simak artikel berikut untuk memahami alasan di balik tumbuhnya jerawat di area yang sama.<\/p>\n<h3>Mengapa Jerawat Muncul di Tempat yang Sama Terus<\/h3>\n<p>Dilansir dari situs resmi Puskesmas Perampuan Kabupaten Lombok Barat, agar jerawat tidak tumbuh di tempat yang sama, perlu diketahui dulu penyebabnya agar bisa diobati.<\/p>\n<p>Berikut ini alasan kenapa jerawat tumbuh kembali di tempat yang sama.<\/p>\n<ol>\n<li>Pori-pori yang sama mudah tersumbat<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setiap pori-pori memiliki karakteristik yang berbeda. Ada pori yang lebih aktif memproduksi minyak sehingga lebih mudah tersumbat oleh campuran sebum, sel kulit mati, dan kotoran.<\/p>\n<p>Ketika sumbatan ini terus terbentuk di pori yang sama, jerawat pun cenderung muncul berulang pada lokasi tersebut. Jika sumbatan tidak benar-benar hilang, peradangan dapat kembali terjadi meskipun jerawat sebelumnya sudah tampak sembuh.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Peradangan belum pulih sepenuhnya<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jerawat yang terlihat mengempis belum tentu benar-benar selesai proses penyembuhannya. Di bawah permukaan kulit, masih bisa terdapat peradangan yang belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini membuat area tersebut lebih rentan mengalami jerawat kembali, terutama jika mendapat pemicu seperti produksi minyak berlebih atau iritasi.<\/p>\n<p>Inilah alasan mengapa jerawat kadang terasa muncul di tempat yang sama dalam waktu yang tidak terlalu lama.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Area tertentu memproduksi minyak lebih banyak dibanding lainnya<\/li>\n<\/ol>\n<p>Beberapa bagian wajah, seperti dahi, hidung, dan dagu (zona T), memiliki lebih banyak kelenjar minyak dibandingkan area lainnya. Produksi minyak yang tinggi membuat pori-pori di area tersebut lebih mudah tersumbat. Akibatnya, jerawat lebih sering muncul berulang di lokasi yang sama.<\/p>\n<p>Pada sebagian orang, pipi atau garis rahang juga dapat menjadi area yang lebih rentan tergantung kondisi kulit dan faktor hormonal.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<ol start=\"4\">\n<li>Perubahan hormon<\/li>\n<\/ol>\n<p>Perubahan hormon merupakan salah satu penyebab utama jerawat yang berulang, terutama pada orang dewasa. Peningkatan hormon androgen dapat merangsang produksi minyak sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat. Karena respons setiap area kulit berbeda, jerawat akibat faktor hormonal sering muncul di lokasi yang sama, terutama pada dagu, rahang, dan sekitar mulut. Jerawat jenis ini kerap muncul menjelang menstruasi atau saat terjadi perubahan hormonal lainnya.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Kemungkinan kista atau nodul<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tidak semua benjolan yang muncul berulang merupakan jerawat biasa. Jerawat kistik atau jerawat nodul terbentuk lebih dalam di bawah permukaan kulit sehingga proses penyembuhannya lebih lama. Benjolan dapat menghilang sementara, kemudian meradang kembali di lokasi yang sama.<\/p>\n<p>Jenis jerawat ini biasanya terasa lebih nyeri, berukuran lebih besar, dan berisiko meninggalkan bekas luka apabila tidak ditangani dengan tepat.<\/p>\n<p>Itulah beberapa alasan mengapa jerawat muncul di tempat yang sama terus. Kunjungi <strong><em><a href=\"https:\/\/voi.id\/\">VOI.id<\/a><\/em><\/strong> untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/kesehatan\/588450\/mengapa-jerawat-muncul-di-tempat-yang-sama-terus\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA \u2013 Pernahkah Anda mengalami tumbuh jerawat namun di tempat yang sama? Kondisi tersebut ternyata terjadi bukan tanpa alasan. Alasan mengapa jerawat muncul di tempat yang sama terus tidak melulu terkait kondisi kulit. Simak artikel berikut untuk memahami alasan di balik tumbuhnya jerawat di area yang sama. Mengapa Jerawat Muncul di Tempat yang Sama Terus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":97819,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-97818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=97818"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97818\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/97819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=97818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=97818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=97818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}