{"id":95252,"date":"2026-07-26T15:52:11","date_gmt":"2026-07-26T15:52:11","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/26\/riset-china-ungkap-angin-matahari-melambat-di-sisi-dekat-bulan\/"},"modified":"2026-07-26T15:52:11","modified_gmt":"2026-07-26T15:52:11","slug":"riset-china-ungkap-angin-matahari-melambat-di-sisi-dekat-bulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/26\/riset-china-ungkap-angin-matahari-melambat-di-sisi-dekat-bulan\/","title":{"rendered":"Riset China Ungkap Angin Matahari Melambat di Sisi Dekat Bulan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Sampel tanah Bulan yang dibawa pulang misi Chang\u2019e 6 China membuka temuan baru. Sisi jauh Bulan menerima angin matahari hampir dengan kecepatan penuh, sementara sisi dekat Bulan menyimpan jejak partikel yang melambat karena pengaruh magnetosfer Bumi.<\/p>\n<p>China Daily dikutip Sabtu, 25 Juli, melaporkan, temuan itu diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience. Studi ini menggunakan analisis gas mulia terhadap sampel sisi jauh Bulan yang dibawa pulang Chang\u2019e 6 pada 2024.<\/p>\n<p>Hasilnya menunjukkan magnetosfer Bumi tidak hanya menjadi perisai. Lapisan pelindung magnetik itu juga bertindak seperti pengatur kecepatan alami yang membelokkan dan memperlambat angin matahari sebelum mencapai sisi dekat Bulan.<\/p>\n<p>Magnetosfer adalah wilayah pelindung di sekitar Bumi yang terbentuk dari medan magnet Bumi. Lapisan ini dapat membelokkan dan memperlambat partikel bermuatan dari Matahari yang disebut angin matahari.<\/p>\n<p>Angin matahari adalah aliran partikel bermuatan yang terus-menerus datang dari Matahari. Angin matahari juga membawa unsur volatil ke berbagai bagian tata surya.<\/p>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<p>Unsur volatil adalah unsur atau senyawa yang mudah menguap. Di Bumi, sebagian besar aliran angin matahari dihalangi medan magnet global. Namun, jejak magnetik kuno Bumi banyak terhapus oleh aktivitas geologi yang terus berlangsung.<\/p>\n<p>Bulan berbeda. Secara geologi, Bulan jauh lebih tenang. Bulan juga tidak memiliki medan magnet global dan atmosfer pelindung seperti Bumi. Akibatnya, permukaannya terbuka terhadap paparan angin matahari.<\/p>\n<p>Kondisi itu membuat regolit Bulan menjadi arsip alam yang penting. Regolit adalah lapisan tanah, debu, dan pecahan batuan di permukaan Bulan. Lapisan ini dapat menyimpan rekam interaksi Matahari, Bulan, dan Bumi selama miliaran tahun.<\/p>\n<p>Dalam studi tersebut, peneliti China memakai sampel tanah dari South Pole-Aitken Basin, cekungan tumbukan tertua dan terbesar di sisi jauh Bulan.<\/p>\n<p>Mereka menganalisis lima gas mulia, yakni helium, neon, argon, kripton, dan xenon. Gas mulia adalah kelompok gas yang sangat sulit bereaksi dengan unsur lain. Helium biasa dikenal sebagai gas pengisi balon, neon dikenal dari lampu neon, sedangkan argon, kripton, dan xenon juga dipakai dalam lampu, laser, dan teknologi tertentu.<\/p>\n<p>Karena sulit bereaksi, gas-gas ini dapat menyimpan jejak proses fisik yang terjadi di tanah Bulan. Jejak itu terekam di regolit, yaitu lapisan debu, tanah, dan pecahan batuan yang menutupi permukaan Bulan.<\/p>\n<p>China Daily juga menyebut, tim kemudian membandingkan sampel sisi jauh Bulan dari Chang\u2019e 6 dengan catatan sebelumnya dari Chang\u2019e 5. Sampel Chang\u2019e 5 diambil dari sisi dekat Bulan pada garis lintang yang hampir sama.<\/p>\n<p>Hasilnya, kripton dan xenon dari sampel sisi jauh Bulan hampir seluruhnya dilepaskan pada suhu tinggi dengan pola satu puncak. Sebaliknya, sampel sisi dekat Bulan menunjukkan pola dua puncak, yakni pada suhu rendah dan tinggi.<\/p>\n<p>Zhang Xuhang, penulis pertama studi dan peneliti pascadoktoral di Institute of Geology and Geophysics, Chinese Academy of Sciences, mengatakan kripton dan xenon adalah gas mulia berat yang hampir tidak berdifusi setelah terperangkap dalam butiran regolit.<\/p>\n<p>\u201cSuhu pelepasannya secara langsung mencerminkan kedalaman penanaman awal,\u201d kata Zhang.<\/p>\n<p>Menurut Zhang, pola itu menunjukkan partikel angin matahari menembus jauh lebih dalam ke tanah sisi jauh Bulan karena datang dalam kecepatan penuh.<\/p>\n<p>Sebaliknya, sisi dekat Bulan menerima sebagian angin matahari yang sudah melambat. Partikel itu membentuk komponen lebih dangkal yang dilepaskan pada suhu rendah.<\/p>\n<p>Simulasi menunjukkan saat Bulan melewati magnetosheath Bumi, angin matahari normal melambat dari sekitar 400 kilometer per detik menjadi sekitar 200 kilometer per detik.<\/p>\n<p>Magnetosheath adalah lapisan luar yang turbulen dari perisai magnetik Bumi.<\/p>\n<p>Di lokasi pendaratan Chang\u2019e 5, angin matahari yang lebih lambat ini mencakup sekitar 25 persen dari total paparan angin matahari. Di sisi jauh Bulan, angin matahari tidak pernah mengalami perlambatan seperti itu.<\/p>\n<p>Zhang mengatakan temuan ini menantang asumsi lama bahwa medan magnet Bumi hanya menghalangi angin matahari. Menurut dia, magnetosfer juga memperlambat partikel tertentu yang mencapai sisi dekat Bulan.<\/p>\n<p>\u201cBulan menawarkan jendela yang berbeda. Kita dapat menggunakan pengamatan saat ini untuk menelusuri kembali keadaan medan magnet Bumi pada masa lampau yang sangat jauh,\u201d kata Zhang.<\/p>\n<p>He Huaiyu, penulis korespondensi studi dan profesor di institut tersebut, mengatakan analisis gas mulia berat pada sampel sisi dekat Bulan yang lebih tua dapat membuka peluang baru.<\/p>\n<p>Menurut He, sampel seperti inti bor Chang\u2019e 5 pada prinsipnya bisa membantu ilmuwan merekonstruksi perubahan batas antara magnetosfer Bumi dan angin matahari dari waktu ke waktu.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/586652\/riset-china-ungkap-angin-matahari-melambat-di-sisi-dekat-bulan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Sampel tanah Bulan yang dibawa pulang misi Chang\u2019e 6 China membuka temuan baru. Sisi jauh Bulan menerima angin matahari hampir dengan kecepatan penuh, sementara sisi dekat Bulan menyimpan jejak partikel yang melambat karena pengaruh magnetosfer Bumi. China Daily dikutip Sabtu, 25 Juli, melaporkan, temuan itu diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience. Studi ini menggunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":95253,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-95252","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95252","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95252"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95252\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}