{"id":95221,"date":"2026-07-26T12:44:29","date_gmt":"2026-07-26T12:44:29","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/26\/dunia-harus-beralih-dari-kemenangan-menuju-koeksistensi\/"},"modified":"2026-07-26T12:44:29","modified_gmt":"2026-07-26T12:44:29","slug":"dunia-harus-beralih-dari-kemenangan-menuju-koeksistensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/26\/dunia-harus-beralih-dari-kemenangan-menuju-koeksistensi\/","title":{"rendered":"Dunia Harus Beralih dari Kemenangan Menuju Koeksistensi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/MM1I1gXtZKNPKecUoQcF-Cs6rpdxHbBmOSK1DVTe2Kg\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODY2ODEvMjAyNjA3MjYxOTM5LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg1MDY5NTQ5LmpwZWc.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">JAKARTA \u2014 Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Azis Subekti menilai perubahan karakter konflik global menuntut masyarakat internasional meninggalkan paradigma kemenangan mutlak dan mulai membangun paradigma koeksistensi.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menurut Azis, keterhubungan ekonomi dan kemajuan teknologi telah membuat dampak konflik menjangkau wilayah yang jauh dari pusat peperangan. Gangguan di jalur perdagangan dapat mengerek biaya energi, serangan siber di satu negara bisa mengganggu sistem keuangan negara lain. Sementara penggunaan drone membuat fasilitas bernilai tinggi dapat diserang dengan biaya yang relatif murah.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cKita hidup dalam dunia yang semakin terintegrasi, tetapi membawa perangkat psikologis yang dibentuk oleh ribuan tahun kompetisi antarkelompok,\u201d ujar Azis dalam keterangannya, Minggu, 26 Juli.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pernyataan tersebut juga tertuang dalam tulisannya yang berjudul \u201cDari Paradigma Kemenangan Menuju Paradigma Koeksistensi\u201d.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ia menjelaskan dalam konflik modern, keberhasilan di medan perang tidak selalu menghasilkan keuntungan politik dan ekonomi. Negara atau kelompok yang mampu menyerang lawannya juga belum tentu mampu mengendalikan konsekuensi serangan tersebut.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cSemua pihak dapat menyerang. Tetapi semakin sedikit pihak yang mampu menang secara mutlak,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pernyataan itu juga disampaikan Azis di tengah berlanjutnya ketegangan Amerika Serikat\u2013Iran di kawasan Teluk dan meningkatnya kembali pembicaraan diplomatik mengenai perang Rusia\u2013Ukraina.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Azis mengatakan koeksistensi tidak berarti menghilangkan perbedaan maupun menghentikan persaingan antarnegara. Paradigma tersebut, menurut dia, berangkat dari kesadaran persaingan harus dikelola agar tidak berubah menjadi kehancuran bersama.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ia menilai pendekatan serupa dibutuhkan dalam menghadapi tantangan lintas negara, seperti perubahan iklim, pandemi, keamanan siber, dan tata kelola kecerdasan buatan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cTidak ada tembok yang cukup tinggi untuk menghentikan karbon. Tidak ada kapal induk yang dapat memblokade algoritma,\u201d tuturnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pada 6\u20137 Juli 2026, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar Dialog Global Tata Kelola Kecerdasan Buatan di Jenewa. Forum tersebut membahas pengalaman dan pendekatan bersama dalam mengatur perkembangan teknologi AI.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Azis menyatakan tantangan utama dunia bukan hanya menciptakan teknologi yang semakin canggih, tetapi memastikan perkembangan kekuatan manusia diikuti kemampuan bekerja sama dan mengelola perbedaan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Keberhasilan sebuah negara pada masa mendatang tidak cukup hanya dinilai dari kekuatan militer atau besarnya perekonomian, tetapi juga kemampuannya menjaga keberlanjutan dan perdamaian,&#8221; pungkasnya.<\/span><\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/586681\/anggota-dpr-azis-subekti-dunia-harus-beralih-dari-kemenangan-menuju-koeksistensi\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Azis Subekti menilai perubahan karakter konflik global menuntut masyarakat internasional meninggalkan paradigma kemenangan mutlak dan mulai membangun paradigma koeksistensi. Menurut Azis, keterhubungan ekonomi dan kemajuan teknologi telah membuat dampak konflik menjangkau wilayah yang jauh dari pusat peperangan. Gangguan di jalur perdagangan dapat mengerek biaya energi, serangan siber di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":95222,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-95221","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95221"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95221\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95222"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}