{"id":95108,"date":"2026-07-25T23:47:12","date_gmt":"2026-07-25T23:47:12","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/25\/pemkab-lebak-optimalkan-inseminasi-buatan-untuk-tingkatkan-populasi-kerbau\/"},"modified":"2026-07-25T23:47:12","modified_gmt":"2026-07-25T23:47:12","slug":"pemkab-lebak-optimalkan-inseminasi-buatan-untuk-tingkatkan-populasi-kerbau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/25\/pemkab-lebak-optimalkan-inseminasi-buatan-untuk-tingkatkan-populasi-kerbau\/","title":{"rendered":"Pemkab Lebak Optimalkan Inseminasi Buatan untuk Tingkatkan Populasi Kerbau"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>BANTEN &#8211; Pemerintah Kabupaten Lebak terus memperkuat pengembangan peternakan kerbau melalui penerapan teknologi inseminasi buatan (IB). <\/p>\n<p>Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan populasi ternak sekaligus mendorong produktivitas usaha peternakan yang dikelola masyarakat.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Rieyan Dermawan, mengatakan peternakan kerbau hingga kini masih menjadi salah satu sektor yang menopang perekonomian masyarakat pedesaan. Saat ini populasi kerbau di Kabupaten Lebak diperkirakan mencapai sekitar 15 ribu ekor dan diharapkan terus bertambah melalui penerapan teknologi reproduksi yang lebih modern.<\/p>\n<p>&#8220;Ke depan dikembangkan teknik budidaya yang lebih baik agar populasi kerbau terus meningkat melalui kelahiran anakan sehingga mendukung upaya swasembada daging kerbau,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain menambah populasi ternak, pemerintah daerah juga mendorong modernisasi sistem budidaya. Pasalnya, sebagian besar peternak masih mengandalkan pola pemeliharaan tradisional sehingga penerapan teknologi reproduksi dinilai mampu mempercepat pertumbuhan populasi sekaligus meningkatkan produktivitas peternakan rakyat.<\/p>\n<p>Jenis kerbau yang banyak dipelihara masyarakat di Lebak merupakan kerbau lumpur dengan bobot dewasa berkisar antara 500 hingga 700 kilogram. Ukuran tersebut membuat ternak ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di pasaran.<\/p>\n<p>Di tingkat peternak, usaha budidaya kerbau masih menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Asep (50), peternak yang menggembalakan ternaknya di kawasan perkebunan kelapa sawit Rangkasbitung, mengaku telah menjalankan usaha tersebut selama kurang lebih 20 tahun.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Saat ini ia memelihara sekitar 45 ekor kerbau yang setiap hari digembalakan di kawasan perkebunan dengan ketersediaan hijauan pakan yang melimpah. Menurut Asep, setiap tahun dirinya mampu menjual sekitar lima ekor kerbau dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp150 juta. Pendapatan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membangun rumah, hingga membiayai pendidikan dua anaknya sampai perguruan tinggi.<\/p>\n<p>Hal senada disampaikan Jamawi (60), peternak asal Solear, Kecamatan Maja. Ia menilai usaha peternakan kerbau masih memberikan kepastian pendapatan bagi masyarakat di pedesaan.<\/p>\n<p>Jamawi saat ini memelihara sekitar 35 ekor kerbau. Dalam setahun, ia rata-rata menjual lima ekor kerbau dengan nilai sekitar Rp150 juta. Harga jual kerbau berada di kisaran Rp20 juta hingga Rp30 juta per ekor, tergantung ukuran dan kualitas ternak.<\/p>\n<p>Menurut Jamawi, keberadaan kawasan perkebunan kelapa sawit menjadi keuntungan tersendiri bagi peternak karena menyediakan hamparan rumput sebagai sumber pakan alami. Kondisi tersebut membuat ratusan ekor kerbau dapat digembalakan setiap hari dengan biaya pemeliharaan yang lebih efisien.<\/p>\n<p>Pengembangan peternakan kerbau di Kabupaten Lebak dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Selain mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga peternak, sektor ini juga berperan dalam memenuhi kebutuhan ternak potong di daerah. Dengan dukungan teknologi budidaya, peningkatan populasi, dan pemanfaatan sumber pakan lokal, peternakan kerbau diharapkan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pedesaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/586622\/pemkab-lebak-optimalkan-inseminasi-buatan-untuk-tingkatkan-populasi-kerbau\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANTEN &#8211; Pemerintah Kabupaten Lebak terus memperkuat pengembangan peternakan kerbau melalui penerapan teknologi inseminasi buatan (IB). Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan populasi ternak sekaligus mendorong produktivitas usaha peternakan yang dikelola masyarakat. Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Rieyan Dermawan, mengatakan peternakan kerbau hingga kini masih menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":95109,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-95108","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95108"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95108\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}