{"id":94908,"date":"2026-07-24T16:55:03","date_gmt":"2026-07-24T16:55:03","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/24\/eks-jampidsus-febrie-adriansyah-ditahan-kejagung-anggap-kasusnya-kriminalisasi\/"},"modified":"2026-07-24T16:55:03","modified_gmt":"2026-07-24T16:55:03","slug":"eks-jampidsus-febrie-adriansyah-ditahan-kejagung-anggap-kasusnya-kriminalisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/24\/eks-jampidsus-febrie-adriansyah-ditahan-kejagung-anggap-kasusnya-kriminalisasi\/","title":{"rendered":"Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung, Anggap Kasusnya Kriminalisasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/JeoDqD64Ny3cgto0HfpfYsUdzjhHFqqRpGSDUuwswQc\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODY1MzcvMjAyNjA3MjQyMzQ2LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg0OTExNjEwLmpwZw.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">JAKARTA &#8211; Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)Febrie Adriansyahmengaku merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Febrie, mengungkapkan diasudah diperiksa sebagai tersangka dan langsung menjalani penahanan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Namun, ia menilai alat bukti yang diajukan jaksa pemeriksa belum masih perlu didalami ataupun dikonfirmasi terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menurut Febrie, penetapan tersangka dan penahanan terhadap dia seharusnya dilakukan setelah alat bukti dikonfirmasi dan dilakukan ekspos perkara berkali-kali.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Menurut saya, ini belum cukup untuk dilakukan penahanan. Di gedung Bundar (Jampidsus), tidak pernah seperti ini,&#8221; katanya dilansir ANTARA, Jumat, 24 Juli.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ia pun mengaku merasa dikriminalisasi. Kendati demikian, ia menghormati keputusan yang diberikan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Ini sudah menjadi keputusan pimpinan. Saya siap menghadapinya dan saya merasa memang ini kriminalisasi,&#8221;katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Berdasarkan pantauan ANTARA, Febrie keluar dari gedung utama Kejagung, Jakarta, pada sekitar pukul 23.00 WIB.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ia tampak mengenakan pakaian batik dan tangannya tidak diborgol.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pada Jumat ini, Febriemenjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara dugaan TPPU.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Panggilan pemeriksaan ini merupakan yang kedua kalinya usai yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan pada Rabu (22\/7) karena alasan kesehatan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sebelumnya, tim penyidik pada Kejagung yang disebut Tim 9 menerbitkan surat penyidikan baru (sprindik) baru untuk kasus dugaan TPPU. Sprindik baru itu bernomor Print-03\/F.2\/Fd.2\/07\/2026 yang dikeluarkan pada tanggal 20 Juli 2026.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna mengatakan sprindik baru itu diterbitkan usai pihak Kejagung menerima berkas perkara dan barang bukti emas 74 kilogram dan valuta asing senilai ratusan miliar dari Polri.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kejagung juga telah menerbitkan tiga sprindik seusai menerima pengalihan perkara dari Polri sebagai bentuk sinergi penegakan hukum. Pertama, sprindik bernomor 43 untuk perkara dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU PT KNI.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kedua, sprindik nomor 44 untuk perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola batu bara di PLTU yang diduga menjadi pemicu pemadaman listrik (<em>blackout<\/em>).<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Terakhir, sprindik nomor 45 terkait dengan kasus dugaan korupsi dan TPPU dalam penanganan perkara PT Asabri.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">Oleh Nadia Putri Rahmani<\/span><\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/586537\/eks-jampidsus-febrie-adriansyah-ditahan-kejagung-anggap-kasusnya-kriminalisasi\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)Febrie Adriansyahmengaku merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Febrie, mengungkapkan diasudah diperiksa sebagai tersangka dan langsung menjalani penahanan. Namun, ia menilai alat bukti yang diajukan jaksa pemeriksa belum masih perlu didalami ataupun dikonfirmasi terlebih dahulu. Menurut Febrie, penetapan tersangka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":94909,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-94908","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94908","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94908"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94908\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94909"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94908"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94908"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94908"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}