{"id":94890,"date":"2026-07-24T15:15:04","date_gmt":"2026-07-24T15:15:04","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/24\/asean-masih-dipercaya-untuk-mempertemukan-pihak-pihak-yang-ingin-mencapai-perdamaian-di-dunia\/"},"modified":"2026-07-24T15:15:04","modified_gmt":"2026-07-24T15:15:04","slug":"asean-masih-dipercaya-untuk-mempertemukan-pihak-pihak-yang-ingin-mencapai-perdamaian-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/24\/asean-masih-dipercaya-untuk-mempertemukan-pihak-pihak-yang-ingin-mencapai-perdamaian-di-dunia\/","title":{"rendered":"ASEAN Masih Dipercaya untuk Mempertemukan Pihak-pihak yang Ingin Mencapai Perdamaian di Dunia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) masih dipercaya untuk mempertemukan pihak-pihak yang ingin mencapai perdamaian di dunia, kata Direktur Jenderal Kerja Sama Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri RI Duta Besar Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, merujuk pada rangkaian Pertemuan &#8216;<em>59th ASEAN Ministerial Meeting and Post-Ministerial Conferences<\/em>&#8216; (AMM\/PMC) dan pertemuan-pertemuan terkait yang digelar sejak awal pekan ini.<\/p>\n<p>Empat negara Eropa, Rumania, Swedia, Lithuania dan Polandia, resmi menjadi High Contracting Parties Parties to Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia atau Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC), usai menandatangani aksesi dalam konferensi tingkat tinggi High Contracting Parties to TAC di Manila, Filipina Hari Jumat.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah 50 tahun, traktat ASEAN ini telah menjadi suatu traktat yang dipercaya bisa membawa perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Jadi negara-negara semakin banyak yang aksesi,&#8221; jelas Dubes Ina, Jumat (24\/7).<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini jumlahnya kalau di total menjadi 62 pihak, mempertegas ASEAN masih dipercaya sebagai convening power atau kekuatan untuk mempertemukan pihak-pihak yang ingin mencapai perdamaian di dunia,&#8221; urai Dubes Ina.<\/p>\n<p>&#8220;Dimulai dengan perdamaian di Kawasan,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Dubes Ina menegaskan, &#8220;perdamaian tidak bisa diciptakan tanpa kerja sama. Tanpa kerja sama, tidak mungkin terjadi perdamaian di dunia,&#8221;<\/p>\n<p>Dijelaskannya, yang dibahas oleh TAC &#8220;adalah bagaimana caranya menciptakan perdamaian dunia. Kalau kalian pernah mendengar istilah-istilah misalnya saat ini, misalnya climate security. Jadi keamanan karena climate change. Jadi misalnya danau makin surut sehingga perbatasan antar negara juga semakin mendekat kemudian terjadi konflik. Masalah sungai rebut-rebutan air, konflik.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Jadi bahkan isu lingkungan hidup pun bisa dibawa menjadi isu perdamaian. Oleh karena itu kerja sama harus ditingkatkan. Kerja sama di bidang apa Di bidang pembangunan, di bidang ekonomi. Bahkan pendidikan itu menjadi salah satu bekal untuk perdamaian. Karena apabila kita mengajarkan kepada generasi penerus ilmu-ilmu yang membawa perdamaian. Cinta tanah air, cinta sesama yang basically adalah hak asasi manusia,&#8221; tandas Menlu Lazaro.<\/p>\n<p>Ditanya mengenai semakin banyaknya negara yang ingin bergabung dengan TAC, Dubes Ina mengatakan &#8220;mereka mengkoneksikan situasi di Kawasan masing-masing dengan Asia Tenggara. Kalaupun ada percikan, itu tidak sampai ke perang besar dan InshaAllah tidak. Jadi ada hal-hal yang mereka ingin pelajari dari kawasan ini, bagaimana caranya menciptakan perdamaian dan stabilitas.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Dengan (bertambahnya jumlah) negara Eropa, barangkali juga mereka melihat bagaimana caranya Uni Eropa juga mengadopsi nilai dan prinsip yang ada di ASEAN,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi ini kayak kawasan belajar dari kawasan. Kenapa kalau di ASEAN ada percikan antar negara, masalah perbatasan banyak, tapi kok tidak ada, seperti mereka, kan ada konflik di mana yang sangat amat, pertumpahan darah, senjata pembunuh masal, dan sebagainya. Jadi ada elemen itunya,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Dubes Ina menambahkan, benang merah dari semua pertemuan sejak Hari Senin yakni, ASEAN menjadi salah satu organisasi kawasan yang bisa menunjukkan bahwa kita, meskipun ada masalah antar negara anggota, tidak ada yang lebih penting daripada pembangunan.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi hak-hak pembangunan ASEAN harus terus dilindungi. Gimana caranya melindungi hak-hak pembangunan ASEAN (7:30) yang menciptakan perdamaian dan stabilitas? Jadi benang merahnya itu. Apa yang terjadi di kawasan lain, misalnya di Selat Hormuz, (7:39) tidak pernah terbayangkan oleh orang akan terjadi di sini. Jadi bagaimana caranya mencegah apapun yang terjadi di kawasan lain tidak terjadi di kawasan ini,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Jadi intinya benang merahnya adalah itu, ASEAN menjadi semakin kayak <em>the center of global dynamics<\/em>. Bahwa semua mata sekarang ke kawasan ini,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&#8220;Bagaimana caranya supaya kawasan ini tetap damai dan stabil, sehingga memang inilah jantung nadinya ekonomi, pembangunan, dan juga keamanan, stabilitas di negara seperti ini,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Diketahui, pertemuan tingkat tinggi TAC menandai ujung dari gelarang 59th AMM\/PMC di Manila, sebelum gelaran para pemimpin pada November mendatang. Pertemuan tingkat tinggi itu terbagi dalam tiga sesi, yakni Sesi Pencegahan Konflik dan Diplomasi Preventif, Sesi Keamanan dan Kerja Sama Maritim, Sesi Mengatasi Ancaman Tantangan yang Muncul.<\/p>\n<p>Menteri Luar Negeri RI Sugiono Bersama Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas memimpin Sesi Pencegahan Konflik dan Diplomasi Preventif.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/586526\/asean-masih-dipercaya-untuk-mempertemukan-pihak-pihak-yang-ingin-mencapai-perdamaian-di-dunia\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) masih dipercaya untuk mempertemukan pihak-pihak yang ingin mencapai perdamaian di dunia, kata Direktur Jenderal Kerja Sama Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri RI Duta Besar Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, merujuk pada rangkaian Pertemuan &#8216;59th ASEAN Ministerial Meeting and Post-Ministerial Conferences&#8216; (AMM\/PMC) dan pertemuan-pertemuan terkait yang digelar sejak awal pekan ini. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":94891,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-94890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94890"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94890\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94891"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}