{"id":94821,"date":"2026-07-24T09:39:44","date_gmt":"2026-07-24T09:39:44","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/24\/kapolda-riau-turun-langsung-ke-lokasi-perusakan-mangrove-118-hektare-tegaskan-green-policing-tak-beri-ruang-kejahatan-lingkungan\/"},"modified":"2026-07-24T09:39:44","modified_gmt":"2026-07-24T09:39:44","slug":"kapolda-riau-turun-langsung-ke-lokasi-perusakan-mangrove-118-hektare-tegaskan-green-policing-tak-beri-ruang-kejahatan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/24\/kapolda-riau-turun-langsung-ke-lokasi-perusakan-mangrove-118-hektare-tegaskan-green-policing-tak-beri-ruang-kejahatan-lingkungan\/","title":{"rendered":"Kapolda Riau Turun Langsung ke Lokasi Perusakan Mangrove 118 Hektare, Tegaskan Green Policing Tak Beri Ruang Kejahatan Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">ROKAN HILIR &#8211; Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung meninjau lokasi dugaan perusakan ekosistem mangrove dan perambahan kawasan hutan seluas lebih dari 118 hektare di Kabupaten Rokan Hilir.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Peninjauan tersebut dilakukan menyusul pengungkapan dua perkara tindak pidana lingkungan yang ditangani Ditreskrimsus Polda Riau bersama Polres Rokan Hilir.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kapolda didampingi Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro, Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi, serta Kabid Teknis BKSDA Riau Ujang Holisudin. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kawasan yang ditinjau berada di Dusun Batang Kopau Sungai Siakap Kecil dan Dusun Indah Lestari, Kepenghuluan Pasir Limau Kapas, Kecamatan Pasir Limau Kapas. Di lokasi tersebut, sedikitnya 115,21 hektare kawasan mangrove diduga telah dibuka menggunakan alat berat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kapolda Riau menegaskan, penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan merupakan implementasi nyata Green Policing yang mengintegrasikan penegakan hukum dengan perlindungan ekosistem, pemulihan lingkungan, dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cPenegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan akan terus dilakukan secara tegas, profesional, dan berkelanjutan,\u201d tegas Irjen Herry, Jumat, 24 Juli.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menurutnya, Green Policing tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan, penyelamatan ekosistem, serta memberikan efek jera agar kerusakan lingkungan tidak terus berulang.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cKomitmen ini merupakan upaya memastikan hutan dan lingkungan hidup tetap terjaga sebagai warisan bagi generasi mendatang,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif melaporkan setiap dugaan tindak pidana lingkungan. <\/span><\/p>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/586446\/body_image_2026072416.jpeg\" alt=\"\"\/><figcaption>Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung meninjau lokasi dugaan perusakan ekosistem mangrove dan perambahan kawasan hutan seluas lebih dari 118 hektare di Kabupaten Rokan Hilir.<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menurutnya, menjaga kelestarian hutan dan kawasan pesisir merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan kehidupan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro menjelaskan, penyidik menangani dua perkara yang berasal dari dua laporan polisi berbeda.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Perkara pertama ditangani Polres Rokan Hilir dan bermula dari laporan Ketua Yayasan Devendra, Daniel Pratama. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Setelah melalui penyelidikan dan penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi, ahli, serta penyitaan barang bukti, penyidik menetapkan AF sebagai tersangka atas dugaan pembukaan kawasan hutan mangrove seluas 3 hektare di Dusun SK 1 RT 002\/RW 010, Kepenghuluan Teluk Piyai, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cSeluruh lahan tersebut berada di dalam kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK),\u201d kata Ade.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Perkara kedua ditangani Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau setelah menerima informasi masyarakat mengenai aktivitas pembukaan lahan di Dusun Batang Kopau Sungai Siakap Kecil dan Dusun Indah Lestari, Kepenghuluan Pasir Limau Kapas, Kecamatan Pasir Limau Kapas.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cDalam perkara ini, polisi menetapkan SA sebagai tersangka,\u201d ungkap Ade.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Berdasarkan hasil penyidikan, SA diduga mulai membuka lahan sejak November 2025. Total areal yang telah dipetakan mencapai 115,21 hektare, terdiri atas 7,63 hektare di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT), 77,73 hektare di kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK), dan 30,36 hektare di Areal Penggunaan Lain (APL).<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cDalam menjalankan aksinya, tersangka diduga menggunakan alat berat jenis excavator untuk membuka lahan dan merusak tanaman mangrove,\u201d jelas Ade.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Penyidik juga menemukan aktivitas tersebut tetap dilakukan meski sebelumnya telah ada larangan dari Kelompok Tani Hutan Peduli Pesisir dan Pemerintah Kepenghuluan Pasir Limau Kapas. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Selain itu, kawasan tersebut telah memperoleh persetujuan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan seluas sekitar 650 hektare berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 10767 Tahun 2024.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cDalam proses penyidikan, kami telah memeriksa 12 orang saksi dari kedua lokasi perkara serta menghadirkan sejumlah ahli,\u201d tuturnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Selain dua unit excavator merek Hitachi yang digunakan untuk membuka lahan, penyidik turut mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti lain yang berkaitan dengan perkara tersebut. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kedua tersangka dijerat dengan sejumlah ketentuan pidana dalam Undang-Undang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Undang-Undang Kehutanan, Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, serta Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Bupati Rokan Hilir Bistamam mengapresiasi langkah tegas Polda Riau yang berhasil mengungkap kasus dugaan perusakan kawasan hutan mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Rokan Hilir. <\/span><\/p>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/586446\/body_image_2026072416-1.jpeg\" alt=\"\"\/><figcaption>Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung meninjau lokasi dugaan perusakan ekosistem mangrove dan perambahan kawasan hutan seluas lebih dari 118 hektare di Kabupaten Rokan Hilir.<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menurutnya, pengungkapan tersebut menjadi bukti kuat kolaborasi antara Polda Riau, pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cKami sangat mengapresiasi langkah tegas Polda Riau. Semoga pengungkapan ini memberikan efek jera sehingga tidak ada lagi pihak yang membuka atau merusak kawasan mangrove,\u201d kata Bistamam.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Riau beserta jajaran yang turun langsung meninjau lokasi. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Hutan mangrove merupakan benteng alami yang melindungi wilayah pesisir sekaligus aset lingkungan yang harus dijaga demi kepentingan masyarakat dan generasi mendatang,&#8221; demikian Bistamam. []<\/span><\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/586446\/kapolda-riau-turun-langsung-ke-lokasi-perusakan-mangrove-118-hektare-tegaskan-green-policing-tak-beri-ruang-kejahatan-lingkungan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ROKAN HILIR &#8211; Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung meninjau lokasi dugaan perusakan ekosistem mangrove dan perambahan kawasan hutan seluas lebih dari 118 hektare di Kabupaten Rokan Hilir. Peninjauan tersebut dilakukan menyusul pengungkapan dua perkara tindak pidana lingkungan yang ditangani Ditreskrimsus Polda Riau bersama Polres Rokan Hilir. Kapolda didampingi Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Ade [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":63461,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-94821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94821"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94821\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}