{"id":94651,"date":"2026-07-23T15:47:59","date_gmt":"2026-07-23T15:47:59","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/23\/delapan-artefak-papua-dipulangkan-dari-as-fadli-zon-soroti-perdagangan-ilegal\/"},"modified":"2026-07-23T15:47:59","modified_gmt":"2026-07-23T15:47:59","slug":"delapan-artefak-papua-dipulangkan-dari-as-fadli-zon-soroti-perdagangan-ilegal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/07\/23\/delapan-artefak-papua-dipulangkan-dari-as-fadli-zon-soroti-perdagangan-ilegal\/","title":{"rendered":"Delapan Artefak Papua Dipulangkan dari AS, Fadli Zon Soroti Perdagangan Ilegal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA \u2013 Delapan artefak asal Papua dipulangkan dari Amerika Serikat ke Indonesia. Benda budaya itu mencakup tengkorak manusia berukir, kapak dan beliung batu, serta pemukul kayu berhias yang dikaitkan dengan masyarakat Dani, Sentani, dan Asmat.<\/p>\n<p>Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pemulangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menarik kembali benda cagar budaya Indonesia yang berada di luar negeri, terutama yang diduga keluar melalui perdagangan ilegal.<\/p>\n<p>\u201cBenda-benda tersebut harus menjadi kekayaan budaya yang kita pelihara, kecuali diberikan secara sah untuk museum, pertukaran legal, atau peminjaman bagi kebutuhan pameran,\u201d kata Fadli dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis, 23 Juli.<\/p>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" title=\"Artefak sebelumnya diserahkan Direktur Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI, Kash Patel, kepada Presiden Prabowo Subianto pada 22 Juli. (IST)\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/586332\/delapan-artefak-papua-dipulangkan-dari-as-fadli-zon-soroti-perdagangan-ilegal-1.jpeg\" alt=\"Artefak sebelumnya diserahkan Direktur Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI, Kash Patel, kepada Presiden Prabowo Subianto pada 22 Juli. (IST)\"\/><figcaption>Artefak sebelumnya diserahkan Direktur Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI, Kash Patel, kepada Presiden Prabowo Subianto pada 22 Juli. (IST)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Lima artefak sebelumnya diserahkan Direktur Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI, Kash Patel, kepada Presiden Prabowo Subianto pada 22 Juli. Fadli ikut mendampingi penyerahan tersebut.<\/p>\n<p>Benda-benda itu terdiri atas tengkorak manusia berukir, dua artefak batu yang diberi label suku Dani, kepala kapak batu berlabel Hollandia New Guinea 1944, serta beliung dari kawasan Danau Sentani.<\/p>\n<p>Tiga artefak lain diserahkan FBI kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC pada 21 Juli. Ketiganya berupa pemukul berkepala batu dan dua pemukul kayu berhias yang diberi label berasal dari suku Asmat. Barang tersebut selanjutnya diproses untuk dipulangkan ke Indonesia.<\/p>\n<p>Fadli menegaskan benda cagar budaya tidak boleh lagi keluar dari Indonesia melalui jalur ilegal. Namun, aturan saja dinilai belum cukup tanpa kerja sama kementerian, lembaga penegak hukum, pengelola museum, dan pihak lain yang menangani lalu lintas barang budaya.<\/p>\n<p>\u201cAturan mengenai pencegahan pencurian benda cagar budaya sudah ada, tetapi perlu kerja sama lintas sektoral,\u201d ujarnya.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Kementerian Kebudayaan sebelumnya juga bekerja sama dalam pemulangan sejumlah benda bersejarah. Di antaranya arca perunggu Bodhisattva, arca Avalokitesvara, arca Surocolo, Al-Qur\u2019an Teuku Umar, serta koleksi Museum Bronbeek dari Belanda.<\/p>\n<p>Pemerintah juga masih mengupayakan pengembalian Prasasti Pucangan dari Kolkata, India, dan Minto Stones atau Prasasti Sangguran dari Skotlandia.<\/p>\n<p>Selain repatriasi, Kementerian Kebudayaan menyiapkan revitalisasi sejumlah situs pada tahun ini. Lokasinya mencakup Candi Pewara di kompleks Prambanan, Candi Sewu, Candi Plaosan, Istana Maimun, dan Keraton Solo.<\/p>\n<p>Fadli berharap pemugaran tersebut tidak hanya menjaga bangunan bersejarah, tetapi juga menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/586332\/delapan-artefak-papua-dipulangkan-dari-as-fadli-zon-soroti-perdagangan-ilegal\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Delapan artefak asal Papua dipulangkan dari Amerika Serikat ke Indonesia. Benda budaya itu mencakup tengkorak manusia berukir, kapak dan beliung batu, serta pemukul kayu berhias yang dikaitkan dengan masyarakat Dani, Sentani, dan Asmat. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pemulangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menarik kembali benda cagar budaya Indonesia yang berada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":94652,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-94651","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94651","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94651"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94651\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94652"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}