{"id":87342,"date":"2026-06-20T10:59:26","date_gmt":"2026-06-20T10:59:26","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/20\/bikin-haiti-jadi-tim-pertama-yang-tereliminasi-di-piala-dunia-2026-brasil-sudah-temukan-cara-menang\/"},"modified":"2026-06-20T10:59:26","modified_gmt":"2026-06-20T10:59:26","slug":"bikin-haiti-jadi-tim-pertama-yang-tereliminasi-di-piala-dunia-2026-brasil-sudah-temukan-cara-menang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/20\/bikin-haiti-jadi-tim-pertama-yang-tereliminasi-di-piala-dunia-2026-brasil-sudah-temukan-cara-menang\/","title":{"rendered":"Bikin Haiti Jadi Tim Pertama yang Tereliminasi di Piala Dunia 2026, Brasil Sudah Temukan Cara Menang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Vinicius Junior mencetak gol dan memberikan <em>assist<\/em> untuk salah satu dari dua gol Matheus Cunha saat Brasil menyingkirkan Haiti dari Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-0 pada Sabtu, 20 Juni 2026 WIB.<\/p>\n<p>Haiti, negara termiskin di Belahan Bumi Barat yang lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974, menjadi tim pertama yang dipastikan tidak akan mencapai babak gugur. Sementara itu, Selecao mendapatkan penampilan menentukan yang mereka butuhkan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami memainkan pertandingan yang lengkap, terutama di babak pertama. Pada babak kedua kami mengontrol permainan. Secara keseluruhan kami memainkan pertandingan yang bagus,&#8221; kata pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, setelah pertandingan.<\/p>\n<p>Cunha, bintang Manchester United, menjadi starter dan menunjukkan dengan setiap selebrasi golnya mengapa ia seharusnya berada di <em>starting lineup<\/em> dalam hasil imbang Brasil melawan Maroko 1-1.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Ancelotti membuat keputusan mengejutkan di pertandingan pembuka melawan Maroko dengan memasukkan Cunha sebagai pemain pengganti di akhir laga.<\/p>\n<p>Hanya saja, penampilan kontra Haiti seakan memberi penegasan bahwa penyerang Manchester United itu tak layak dicadangkan.<\/p>\n<p>Cunha membuktikan dengan menggembirakan para penggemar Brasil&#8211;mayoritas dari 68.324 penonton&#8211;di Lincoln Financial Field ketika ia menyambar bola <em>rebound<\/em> untuk gol pertamanya di Piala Dunia 2026. Kemudian ia mengirimkan tendangan kaki kiri ke sudut kiri atas untuk keunggulan 2-0 di babak pertama melawan Haiti yang kalah telak.<\/p>\n<p>Kendati begitu, Ancelotti punya pertimbangan lain. Kontribusi besar Cunha di laga melawan Haiti belum menjamin posisinya di <em>starting lineup<\/em>.<\/p>\n<p>Pelatih asal Italia itu lebih melihat kepada lawan yang dihadapi. Dia perlu meracik susunan pemain yang pas agar bisa efektif mengancam lawan.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk pertandingan ini, posisi Mateus Cunha ialah posisi yang tepat untuk menciptakan masalah bagi pertahanan mereka. Dia bergerak dengan baik, dia menerima umpan terobosan.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Dia bisa menjadi solusi. Namun, di pertandingan berikutnya saya mungkin akan mengubahnya,&#8221; kata Ancelotti.<\/p>\n<p>Penyerang Brasil, Raphinha, yang digantikan karena cedera di babak pertama, golnya dianulir karena <em>offside<\/em>, yang hanya meredam sementara sorak sorai para penggemar Selecao yang mengenakan pakaian kuning di tengah suasana meriah di kandang juara Super Bowl dua kali, Philadelphia Eagles.<\/p>\n<p>Para penggemar Haiti menari dan menyanyikan &#8220;<em>Grenadye Alaso<\/em>&#8221; (&#8220;<em>Grenadiers to the Attack<\/em>&#8220;), seruan perang tradisional tim nasional mereka.<\/p>\n<p>Para pendukung Brasil membalas dengan meneriakkan, mengingatkan mereka bahwa negara mereka adalah juara Piala Dunia lima kali dan rumah bagi raja sepak bola: &#8220;Seribu gol, seribu gol, seribu gol, seribu gol, seribu gol! Hanya Pele, hanya Pele!&#8221;<\/p>\n<p>Cunha menambah kemeriahan di Philadelphia, rumah bagi hampir 6.000 imigran Brasil, ketika ia memperlihatkan selebrasi selancarnya yang sudah biasa.<\/p>\n<p>&#8220;Bisa mengenakan <em>jersey<\/em> nomor 9 di Piala Dunia&#8211;saya mencoba melihat sisi positifnya. Anda tahu bahwa begitu banyak pemain hebat telah mengenakan <em>jersey<\/em> itu dan bermain untuk Brasil.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Sekarang Anda hanyalah satu nama lagi dalam sejarah yang berkesempatan melakukan hal yang sama. Beban <em>jersey<\/em> adalah bagian dari nomor apa pun yang Anda kenakan.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Anda melihat stadion penuh sesak hari ini. Itulah Brasil, jalanan dipenuhi orang. Saya lebih melihatnya sebagai sebuah hak istimewa daripada beban yang harus dipikul,&#8221; kata Cunha setelah pertandingan.<\/p>\n<p>Vinucius, yang golnya pada menit ke-32 membantu Brasil meraih hasil imbang melawan Maroko, membantu Brasil mencetak gol pertama ketika tembakannya dihentikan oleh kiper Johny Placide dan Cunha berada di sana untuk menyambar bola <em>rebound<\/em> dan menjadikan skor 1-0.<\/p>\n<p>Penyerang Real Madrid itu kemudian mengoper bola melewati pertahanan untuk menemukan Cunha. Dia langsung melepaskan tembakan keras ke gawang yang tidak sempat dihentikan Placide untuk menjadikan skor 2-0.<\/p>\n<p>Vinicius menutup babak pertama dengan sebuah gol dan itu sudah cukup untuk membuat Brasil\u2014yang mengincar gelar Piala Dunia pertama mereka sejak 2002\u2014senang sebelum pertandingan berakhir.<\/p>\n<p>Brasil lalu gagal mencetak gol di babak kedua melawan Haiti yang tangguh dan gol Endrick dianulir karena <em>offside<\/em>.<\/p>\n<p>&#8220;Sistem kami sedikit berubah, kami mengenai tiang gawang, kami memiliki gol yang dianulir. Kami bisa bermain lebih baik (di babak kedua), kami sedikit kurang intensitas. Namun, kami juga perlu memikirkan pertandingan yang akan datang,&#8221; kata Ancelotti tentang babak kedua.<\/p>\n<p>Neymar absen dalam pertandingan kedua berturut-turut Brasil karena cedera betis yang berkepanjangan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Brasil akan menutup pertandingan Grup C melawan Skotlandia di Miami Gardens, Florida, pada tengah pekan depan.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/olahraga\/580966\/bikin-haiti-jadi-tim-pertama-yang-tereliminasi-di-piala-dunia-2026-brasil-sudah-temukan-cara-menang\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Vinicius Junior mencetak gol dan memberikan assist untuk salah satu dari dua gol Matheus Cunha saat Brasil menyingkirkan Haiti dari Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-0 pada Sabtu, 20 Juni 2026 WIB. Haiti, negara termiskin di Belahan Bumi Barat yang lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974, menjadi tim pertama yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87343,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-87342","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"3 months ago","modified":"3 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87342","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87342"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87342\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}