{"id":87250,"date":"2026-06-20T03:45:30","date_gmt":"2026-06-20T03:45:30","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/20\/arafah-rianti-sebut-banyak-gamers-tidak-tidur-semalaman-apakah-berbahaya-untuk-mata\/"},"modified":"2026-06-20T03:45:30","modified_gmt":"2026-06-20T03:45:30","slug":"arafah-rianti-sebut-banyak-gamers-tidak-tidur-semalaman-apakah-berbahaya-untuk-mata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/20\/arafah-rianti-sebut-banyak-gamers-tidak-tidur-semalaman-apakah-berbahaya-untuk-mata\/","title":{"rendered":"Arafah Rianti Sebut Banyak Gamers Tidak Tidur Semalaman, Apakah Berbahaya untuk Mata?"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA &#8211; Di balik kesuksesan bisnis rental <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">playstation <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">(PS) miliknya, komika Arafah Rianti mengaku terkejut dengan berbagai kebiasaan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">gamers <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">yang menjadi pelanggan bisnisnya<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu kebiasan yang menjadi perhatian Arafah adalah tidak tidur semalaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti tempat rental lainnya, ia menyediakan paket malam dengan harga yang lebih terjangkau di jam tertentu. Alhasil, banyak <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">gamers <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">yang tertarik dan rela mengantre demi mendapatkan diskon khusus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAda paket <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">malem <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">dan paket pagi. Paket <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">malem <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">cuma Rp40.000 dari jam 10 malam sampai jam 6 pagi. Itu jam 10 <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">malem udah <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">rame banget rentalku,\u201d ungkap Arafah dalam siniar (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">podcast<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) Kejar Setoran bersama Pras Teguh.<\/span><\/p>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/580912\/body_image_2026062009-1.png\" alt=\"\"\/><figcaption>Praz Teguh. (Foto: Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila Anda juga melihat fenomena yang sama dengan Arafah, mungkin akan bertanya, apakah tidak tidur semalaman berbahaya untuk mata?<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa Kurang Tidur Memengaruhi Kesehatan Mata?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap harinya, tubuh butuh tidur dengan durasi yang ideal untuk memulihkan tenaga setelah beraktivitas. Saat tidur, seluruh anggota tubuh termasuk mata melakukan regenerasi dan memperbaiki dirinya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika tubuh kurang tidur atau sedang begadang, proses pemulihan ini akan terganggu. Efek pertama yang paling terlihat adalah pembuluh darah halus di mata melebar dan kantung mata menghitam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya itu, kurang tidur dapat membuat produksi air mata berkurang yang membuat mata rentan iritasi. Kurang tidur kronis juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit mata kronis, seperti glaukoma dan retinopati diabetik.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Dampak Kurang Tidur Bagi Kesehatan Mata<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain memunculkan kantung mata, ada berbagai dampak begadang bagi kesehatan mata, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Kedutan (Myokimia)<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu efek begadang yang paling sering terjadi adalah kedutan atau kejang otot mata yang terjadi secara berulang. Dalam dunia medis, kedutan biasanya terjadi pada salah satu kelopak mata, bersifat sementara, dan hilang dengan sendirinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini terjadi akibat mata terus menerus bekerja dan otot akhirnya merasa kelelahan. Bukan cuma itu, kurang tidur juga membuat sistem saraf bekerja berlebihan dan menyebabkan mata kering.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Risiko Mata Minus Meningkat<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah Anda sudah tahu jika kurang tidur dapat meningkatkan risiko mengalami mata minus atau miopia? Apalagi, risiko ini akan semakin meningkat jika terjadi pada anak-anak dan remaja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun kurang tidur tidak langsung menyebabkan mata minus, namun faktor gaya hidup tidak sehat dan faktor lainnya dapat memicu munculnya rabun jauh. Terlebih, begadang dapat memicu otot mata tegang dan penglihatan kabur sementara.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Berkaitan dengan Peningkatan Risiko Glaukoma<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Glaukoma merupakan penyakit yang terjadi akibat tekanan cairan di dalam mata yang terlalu tinggi. Akhir-akhir ini, berbagai penelitian menemukan adanya hubungan antara kurang tidur dengan risiko glaukoma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2020 menemukan, orang yang tidur kurang dari tiga jam atau lebih dari 10 jam tiga kali lipat lebih berisiko mengalami glaukoma daripada orang yang tidur tujuh jam per hari.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Atasi Mata Lelah karena Tidak Tidur dengan Eyebost<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Solusi terbaik untuk mengatasi kurang tidur adalah dengan mengatur jadwal tidur agar durasinya 7-8 jam setiap malam. Namun, Anda juga bisa mengompresnya dengan air dingin, memijat lembut, dan menggunakan tetes mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, mengonsumsi nutrisi untuk mata seperti vitamin (A, C, dan E), lutein, zeaxanthin, serta omega-3 juga membantu meredakan mata lelah. Berbagai nutrisi ini dapat mencegah mata kering sekaligus meningkatkan produksi air mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jika ingin mengonsumsi berbagai zat gizi yang baik untuk mata, vitamin mata dari Eyebost jawabannya! <\/span><a href=\"https:\/\/eyebost.id\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eyebost <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">mengandung <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">eye complex <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">dari bahan alami yang membantu mengurangi mata lelah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua produk dari Eyebost sudah memiliki izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi, Anda tak perlu khawatir lagi soal keamanan dan kehalalan produknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan Anda membeli vitamin mata terbaik dari <\/span><a href=\"https:\/\/eyebost.id\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eyebost <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">di <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">website <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">resmi, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">official store <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">di berbagai <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, dan apotek terdekat, ya!<\/span><\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/580912\/arafah-rianti-sebut-banyak-gamers-tidak-tidur-semalaman-apakah-berbahaya-untuk-mata\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Di balik kesuksesan bisnis rental playstation (PS) miliknya, komika Arafah Rianti mengaku terkejut dengan berbagai kebiasaan gamers yang menjadi pelanggan bisnisnya. Salah satu kebiasan yang menjadi perhatian Arafah adalah tidak tidur semalaman. Seperti tempat rental lainnya, ia menyediakan paket malam dengan harga yang lebih terjangkau di jam tertentu. Alhasil, banyak gamers yang tertarik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87251,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-87250","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"3 months ago","modified":"3 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87250","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87250"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87250\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}