{"id":87224,"date":"2026-06-20T01:17:11","date_gmt":"2026-06-20T01:17:11","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/20\/polda-bali-gagalkan-penyelundupan-21-ekor-penyu-hijau-di-buleleng\/"},"modified":"2026-06-20T01:17:11","modified_gmt":"2026-06-20T01:17:11","slug":"polda-bali-gagalkan-penyelundupan-21-ekor-penyu-hijau-di-buleleng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/20\/polda-bali-gagalkan-penyelundupan-21-ekor-penyu-hijau-di-buleleng\/","title":{"rendered":"Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 21 Ekor Penyu Hijau di Buleleng"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/AdJpKRf1kuiZ9HMwS1PUmirlwkNQyOrKkz7Tyy3YI5o\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODA5MDEvMjAyNjA2MjAwODA4LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzgxOTE3NzM0LmpwZw.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s3\">DENPASAR &#8211;<\/span><span class=\"s1\"> Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali menggagalkan upaya penyelundupan dan perdagangan satwa liar dilindungi jenis penyu hijau di pesisir pantai Kabupaten Buleleng, Bali.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s2\">Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 21 ekor penyu hijau dalam kondisi hidup beserta satu orang terduga pelaku.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s2\">Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Bali AKBP Nanang Pri Hasmoko menjelaskan peristiwa itu terungkap bermula dari adanya laporan masyarakat pesisir Pantai Pegametan yang mencurigai adanya aktivitas perdagangan penyu ilegal.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s2\">Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Subditgakkum Ditpolairud langsung melakukan penyelidikan di lapangan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s2\">Hingga pada hari Rabu, 10 Juni 2026 sekira pukul 22.00 Wita, Kepolisian melakukan penggerebekan di pesisir pantai Pegametan, Desa Sumberkima, Gerokgak, Buleleng.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s2\">&#8220;Di lokasi tersebut, petugas memergoki dan mengamankan seorang pria berinisial KS (67),&#8221; katanya dilansir ANTARA, Sabtu, 20 Juni.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s2\">Pria lansia asal Kecamatan Seririt tersebut diduga kuat berperan sebagai pemegang atau penyimpan satwa dilindungi sebelum diedarkan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s2\">Dari hasil interogasi awal, tersangka mengakui 21 ekor penyu hijau tersebut dikirim oleh seseorang bernama Iwan dari perairan Madura, Jawa Timur.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s2\">Dalam pemeriksaan oleh petugas, tersangka diduga bertugas menerima penyu tersebut di pantai Pegametan, yang nantinya akan diambil dan dijual kembali oleh pelaku lain bernama KMG.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s2\">Saat ini, kepolisian telah mengamankan satu orang tersangka berinisial KS (67) dan memburu dua pelaku lainnya yang telah ditetapkan sebagai DPO, yakni Iwan laki-laki 30 tahun asal Madura Jatim, sebagai pemasok sertaKMG laki-laki 35 tahun asal Buleleng, sebagai penadah untuk dijual kembali.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s2\">Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP ke Mako Ditpolairud Polda Bali, di antaranya 21 ekor satwa penyu hijau dalam keadaan hidup, 1 unit ponsel merk Nokia HMD warna abu-abu yang digunakan untuk komunikasi transaksi.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s2\">Dalam penanganan kasus ini, pihak kepolisian juga telah memeriksa beberapa saks.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s2\">Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal berlapis terkait perlindungan satwa liar, yaitu Pasal 40A ayat (1) huruf d Juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo. UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.<\/span><\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/580901\/polda-bali-gagalkan-penyelundupan-21-ekor-penyu-hijau-di-buleleng\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DENPASAR &#8211; Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali menggagalkan upaya penyelundupan dan perdagangan satwa liar dilindungi jenis penyu hijau di pesisir pantai Kabupaten Buleleng, Bali. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 21 ekor penyu hijau dalam kondisi hidup beserta satu orang terduga pelaku. Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Bali AKBP Nanang Pri Hasmoko menjelaskan peristiwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87225,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-87224","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"3 months ago","modified":"3 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87224"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87224\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87225"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}