{"id":87101,"date":"2026-06-19T10:36:12","date_gmt":"2026-06-19T10:36:12","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/19\/brigadir-rizka-aniaya-suaminya-brigadir-esco-hingga-tewas-karena-cekcok-utang-puluhan-juta\/"},"modified":"2026-06-19T10:36:12","modified_gmt":"2026-06-19T10:36:12","slug":"brigadir-rizka-aniaya-suaminya-brigadir-esco-hingga-tewas-karena-cekcok-utang-puluhan-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/19\/brigadir-rizka-aniaya-suaminya-brigadir-esco-hingga-tewas-karena-cekcok-utang-puluhan-juta\/","title":{"rendered":"Brigadir Rizka Aniaya Suaminya Brigadir Esco hingga Tewas karena Cekcok Utang Puluhan Juta"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/YZKlb68TFC8FPi1DnTGT1s78D2GuVyZjWtpWLveez3E\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODA4MjMvMjAyNjA2MTkxNzMzLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzgxODY1MjM2LmpwZw.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">MATARAM &#8211;<span class=\"Apple-converted-space\"> <\/span>Majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, dalam pertimbangan putusan menyatakan Brigadir Rizka Sintiani terbukti menganiaya suaminyaBrigadir Esco Faska Rely hingga meninggal dunia karena terbelit utang yang mencapai puluhan juta.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">&#8220;Jadi, terdakwa melakukan kekerasan fisik terhadap korban hingga mengakibatkan kematian ini karena motif ekonomi, karena pelunasan utang akan jatuh tempo pada 20 Agustus 2025,&#8221; kata I Putu Suyoga, Ketua Majelis Hakim, dalam sidang pembacaan putusan Brigadir Rizka di Pengadilan Negeri Mataram, Jumat, 19 Juni dilansir ANTARA.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Dari fakta yang terungkap di persidangan, hakim menyebutkan terdakwa melakukan kekerasan fisik terhadap korban berawal dari perselisihan panjang yang puncaknya terjadi pada 19 Agustus 2025.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Hal tersebut terlihat dari percakapan tertulis antara korban dengan terdakwa melalui aplikasi WhatsApp.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Terdakwa disebut beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang dinilai ahli sebagai bentuk ancaman terhadap korban.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">&#8220;Dari<em>chat<\/em>WhatsApp menguatkan terdakwa sudah lama memendam emosi kepada korban karena utang. Meskipun ancaman itu tidak jelas secara implisit, namun menurut pandangan ahli keterangan ambigu itu justru lebih berbahaya,&#8221; ujar hakim.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Puncak emosi terdakwa terjadi ketika mengetahui korban menerima pencairan remunerasi. Terdakwa pun meminta korban segera mengirim uang tersebut untuk melunasi utang, namun tak kunjung mendapatkan respons.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">&#8220;Karena tak kunjung ditransfer, memantik terdakwa melakukan penganiayaan berat terhadap korban di dalam rumah,&#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Adapun total utang korban semasa hidupnya terungkap sebanyak Rp70 juta. Hakim merinciutang tersebut berkaitan dengan beberapa orang, ada yang senilai Rp55 juta, Rp5 juta, dan Rp10 juta.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">&#8220;Untuk Rp10 juta, utang korban dengan warung depan Polsek Sekotong,&#8221; kata hakim.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Perbuatan kekerasan fisik terhadap korban jugadiperkuat dari keterangan saksi anak. Sesuai pasal 235 Ayat (1) KUHAP baru, keterangan anak tersebut dapat digunakan sebagai bukti petunjuk yang menguatkan perbuatan terdakwa.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">&#8220;Ibu yang pukul ayah. Ayah tidak bangun-bangun,&#8221; kata hakim ketua mengulang kembali kesaksian anak kandung dari korban dengan terdakwa.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Hakim dalam pertimbangan putusan menilai keterangan saksi anak tersebut sebagai subjek yang tidak perlu diragukan lagi sehingga patut menjadi petunjuk dalam penerapan pidana.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Bahkan, dalam uraian putusan hakim turut mengungkap adanya upaya penghilangan jejak penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Jenazah Brigadir Esco ditemukan pada 24 Agustus 2025 di lahan kosong yang berjarak sekitar 12 meter dari rumah terdakwa yang ditempati dengan korban bersama kedua anaknya tersebut.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Jenazah Brigadir Esco ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Hasil otopsi forensik menguatkan adanya perbuatan penganiayaan hingga mengakibatkan korban tewas.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Sebelum akhirnya ditemukan tewas di lahan kosong, terungkap jenazah Brigadir Esco sempat disimpan di kamar belakang rumah yang ditempati adik Brigadir Rizka, Dani Rafika.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Terungkap pula Dani bersama tiga orang lainnya, yakni Amaq Saiun, Hj. Nuraini, dan Paozi yang merupakan kerabat Brigadir Rizka turut mengetahui kejadian dan membantu mengevakuasi jenazah Brigadir Esco hingga ke lahan kosong.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Majelis hakim dalam amar putusan pun menjatuhi hukuman 10 tahun penjara dengan menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar dakwaan alternatif kesatu penuntut umum.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Dakwaan tersebut berkaitan dengan Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) jo. Nomor 38 lampiran satu UU No. 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Sesuai dakwaan, terdakwa dinyatakan terbukti melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga hingga mengakibatkan korban meninggal.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">Pewarta : Dhimas Budi Pratama<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">Editor : Didik Kusbiantoro<\/span><\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/580823\/hakim-brigadir-rizka-aniaya-suaminya-brigadir-esco-hingga-tewas-karena-cekcok-utang-puluhan-juta\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MATARAM &#8211; Majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, dalam pertimbangan putusan menyatakan Brigadir Rizka Sintiani terbukti menganiaya suaminyaBrigadir Esco Faska Rely hingga meninggal dunia karena terbelit utang yang mencapai puluhan juta. &#8220;Jadi, terdakwa melakukan kekerasan fisik terhadap korban hingga mengakibatkan kematian ini karena motif ekonomi, karena pelunasan utang akan jatuh tempo pada 20 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87102,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-87101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"3 months ago","modified":"3 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87101"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87101\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}