{"id":87041,"date":"2026-06-19T05:22:22","date_gmt":"2026-06-19T05:22:22","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/19\/pemerintah-tunggu-proses-pembahasan-ruu-perampasan-aset-rampung-di-dpr\/"},"modified":"2026-06-19T05:22:22","modified_gmt":"2026-06-19T05:22:22","slug":"pemerintah-tunggu-proses-pembahasan-ruu-perampasan-aset-rampung-di-dpr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/19\/pemerintah-tunggu-proses-pembahasan-ruu-perampasan-aset-rampung-di-dpr\/","title":{"rendered":"Pemerintah Tunggu Proses Pembahasan RUU Perampasan Aset Rampung di DPR"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/mJ9Uj3dbk_SYFI3jIxwqvmKEAfEjh3WdYZ6R4pDNVOQ\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODA3NTQvMjAyNjA2MTkxMjIxLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzgxODQ2NDg3LmpwZw.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">JAKARTA &#8211; Pemerintah hingga kini masih menunggu proses pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perampasan Aset selesai di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">Pernyataan tersebut dilontarkan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas atas pertanyaan mengenai ada tidaknya percepatan pembahasan RUU tersebut seiring dengan lamanya proses penyerahan aset sejumlah koruptor beberapa waktu belakangan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">&#8220;Pemerintah prinsipnya Presiden memang inginnya RUU ini selesai lebih cepat, tapi karena usul inisiatifnya sudah di DPR maka kami tunggu,&#8221; kata Supratman dilansir ANTARA, Jumat, 19 Juni.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">Ia menjelaskan RUU Perampasan Aset sudah disepakati oleh pemerintah bersama DPR agar menjadi usul inisiatif parlemen.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">Dengan demikian, saat ini proses pembahasan RUU itu masih berlangsung di DPR RI.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">Dalam rapat dengar pendapat umum di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (20\/4), anggota Komisi III DPR RI Rikwanto mengatakanRUU Perampasan Aset terkait Tindak Pidana perlu mengatur pembentukan badan khusus untuk mengelola aset hasil perampasan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">&#8220;Jangan sampai saat disita nilainya sekitar Rp100 juta dan menjadi kekayaan negara, namun seiring waktu turun menjadi Rp1 juta karena penyusutan dan faktor lain,\u201d ujar Rikwanto.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">Menurut dia, pengaturan tersebut penting guna mencegah penurunan nilai aset secara signifikan akibat pengelolaan yang tidak optimal.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">Badan khusus itu, kata dia, dapat berada di bawah kejaksaan, di luar kejaksaan, atau dalam bentuk lain sesuai pembahasan RUU.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">Ia menambahkan penyusunan RUU tersebut juga perlu memperdalam aspek pengelolaan aset yang dirampas, mengingat objeknya tidak hanya kendaraan, rumah, atau tanah, tetapi juga dapat mencakup perkebunan hingga pertambangan skala besar.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">Di sisi lain, ia menegaskan pelaksanaan aturan tersebut harus tetap berpedoman pada hak-hak konstitusional, yakni setiap tindakan harus berdasarkan hukum.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">Karena itu, ia menambahkanBadan Keahlian DPR RI merumuskan nomenklatur RUU tersebut dengan judul RUU tentang Perampasan Aset &#8220;Terkait Tindak Pidana&#8221;, yang menegaskan perampasan aset harus didasarkan pada tindak pidana.<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">Rikwanto juga menegaskan hukum tidak boleh menjadi alat represif dan seluruh proses penegakan hukum harus menghormati hak pihak terkait, termasuk pihak ketiga dalam hal hak waris.<\/span><\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/580754\/pemerintah-tunggu-proses-pembahasan-ruu-perampasan-aset-rampung-di-dpr\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pemerintah hingga kini masih menunggu proses pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perampasan Aset selesai di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pernyataan tersebut dilontarkan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas atas pertanyaan mengenai ada tidaknya percepatan pembahasan RUU tersebut seiring dengan lamanya proses penyerahan aset sejumlah koruptor beberapa waktu belakangan. &#8220;Pemerintah prinsipnya Presiden memang inginnya RUU ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87042,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-87041","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"3 months ago","modified":"3 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87041","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87041"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87041\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}