{"id":86789,"date":"2026-06-18T03:26:33","date_gmt":"2026-06-18T03:26:33","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/18\/bos-infinity-international-tak-penuhi-panggilan-kpk-di-kasus-bea-cukai-gara-gara-ada-agenda-lain\/"},"modified":"2026-06-18T03:26:33","modified_gmt":"2026-06-18T03:26:33","slug":"bos-infinity-international-tak-penuhi-panggilan-kpk-di-kasus-bea-cukai-gara-gara-ada-agenda-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/18\/bos-infinity-international-tak-penuhi-panggilan-kpk-di-kasus-bea-cukai-gara-gara-ada-agenda-lain\/","title":{"rendered":"Bos Infinity International Tak Penuhi Panggilan KPK di Kasus Bea Cukai Gara-gara Ada Agenda Lain"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div id=\"\">\n<div class=\"socmed-buttons-container sticky-col col-1 col-xs-12 pr-0 text-center\">\n<p>Bagikan:<\/p>\n<div class=\"socials socials--rounded socials--large\">\n                                        <a class=\"social social-facebook mx-auto\" href=\"https:\/\/www.facebook.com\/sharer\/sharer.php?u=https:\/\/voi.id\/berita\/580528\/bos-infinity-international-tak-penuhi-panggilan-kpk-di-kasus-bea-cukai-gara-gara-ada-agenda-lain&amp;quote=Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa Direktur PT Infinity International, Ali Susanto sebagai saksi pada Rabu, 17 Juni. Dia harusnya dimintai keterangan dalam dugaan suap dan gratifikasi importasi barang di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC).\" title=\"facebook\" target=\"_blank\" aria-label=\"facebook\"><br \/>\n                                            <i class=\"ui-facebook\"\/><br \/>\n                                        <\/a><br \/>\n                                        <a class=\"social social-twitter mx-auto\" href=\"https:\/\/twitter.com\/intent\/tweet?source=https:\/\/voi.id\/berita\/580528\/bos-infinity-international-tak-penuhi-panggilan-kpk-di-kasus-bea-cukai-gara-gara-ada-agenda-lain&amp;text=Bos Infinity International Tak Penuhi Panggilan KPK di Kasus Bea Cukai Gara-gara Ada Agenda Lain https:\/\/voi.id\/berita\/580528\/bos-infinity-international-tak-penuhi-panggilan-kpk-di-kasus-bea-cukai-gara-gara-ada-agenda-lain\" title=\"twitter\" target=\"_blank\" aria-label=\"twitter\"><br \/>\n                                            <img decoding=\"async\" style=\"width: 25px !important\" src=\"https:\/\/asset.voi.id\/images\/partials\/twitter-white.png\" alt=\"twitter\"\/><br \/>\n                                        <\/a><br \/>\n                                        <a class=\"social social-pinterest mx-auto\" href=\"https:\/\/pinterest.com\/pin\/create\/button\/?url=https:\/\/voi.id\/berita\/580528\/bos-infinity-international-tak-penuhi-panggilan-kpk-di-kasus-bea-cukai-gara-gara-ada-agenda-lain&amp;description=Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa Direktur PT Infinity International, Ali Susanto sebagai saksi pada Rabu, 17 Juni. Dia harusnya dimintai keterangan dalam dugaan suap dan gratifikasi importasi barang di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC).\" title=\"pinterest\" target=\"_blank\" aria-label=\"pinterest\"><br \/>\n                                            <i class=\"ui-pinterest\"\/><br \/>\n                                        <\/a><br \/>\n                                        <a class=\"social social-whatsapp mx-auto\" href=\"https:\/\/web.whatsapp.com\/send?text=Bos Infinity International Tak Penuhi Panggilan KPK di Kasus Bea Cukai Gara-gara Ada Agenda Lain%0D%0Ahttps:\/\/voi.id\/berita\/580528\/bos-infinity-international-tak-penuhi-panggilan-kpk-di-kasus-bea-cukai-gara-gara-ada-agenda-lain%0D%0A%0D%0A%0D%0ADownload Aplikasi VOI.ID%0D%0ADownload Play Store : https:\/\/voi.id\/app\/android %0D%0ADownload App Store : https:\/\/voi.id\/app\/ios\" title=\"whatsapp\" target=\"_blank\" aria-label=\"whatsapp\"><br \/>\n                                            <i class=\"ui-whatsapp\"\/><br \/>\n                                        <\/a><br \/>\n                                        <a class=\"social social-line mx-auto\" href=\"https:\/\/line.me\/R\/msg\/text\/?Bos Infinity International Tak Penuhi Panggilan KPK di Kasus Bea Cukai Gara-gara Ada Agenda Lain https:\/\/voi.id\/berita\/580528\/bos-infinity-international-tak-penuhi-panggilan-kpk-di-kasus-bea-cukai-gara-gara-ada-agenda-lain\" title=\"line\" target=\"_blank\" aria-label=\"line\"><br \/>\n                                            <i class=\"fab fa-line\"\/><br \/>\n                                        <\/a><br \/>\n                                        <a class=\"social social-feedly mx-auto\" href=\"https:\/\/feedly.com\/i\/subscription\/feed%2Fhttps%3A%2F%2Fvoi.id%2Frss%2F\" target=\"blank\" aria-label=\"feedly\" title=\"feedly\"><br \/>\n                                            <img decoding=\"async\" id=\"feedly\" src=\"https:\/\/asset.voi.id\/images\/partials\/FD.png\" alt=\"feedly\"\/><br \/>\n                                        <\/a>\n                                    <\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"full-post-body col-8 col-xs-12 text-break\">\n<p>JAKARTA &#8211; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa Direktur PT Infinity International, Ali Susanto sebagai saksi pada Rabu, 17 Juni. Dia harusnya dimintai keterangan dalam dugaan suap dan gratifikasi importasi barang di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC).<\/p>\n<p>\u201cSaksi AS tidak hadir. Penyidik akan jadwalkan ulang,\u201d kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya yang dikutip Kamis, 18 Juni.<\/p>\n<p>Budi bilang ada konfirmasi yang disampaikan Ali. Pengusaha ini disebut sudah ada kegiatan lain yang tak bisa ditinggalkan.<\/p>\n<p>\u201cKonfirmasi tidak bisa memenuhi panggilan penyidik karena ada agenda lain,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sementara terhadap saksi lain, yakni Akhmad Fikri Yahmani yang merupakan ASN di lingkungan Bea dan Cukai sudah dilakukan pemeriksaan. Kata Budi, penyidik mendalami posisi Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan (P2) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Budiman Bayu Prasojo (BBP) yang jadi tersangka.<\/p>\n<p>\u201cSaksi AFY hadir dan dimintai keterangan oleh penyidik soal status kepegawaian pihak tersangka BBP,\u201d ujar Budi.<\/p>\n<p>Diberitakan sebelumnya, KPK mengumumkan enam tersangka terkait dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai usai menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada 4 Februari lalu. Salah satunya Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024-2026, Rizal.<\/p>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Selain Rizal, KPK juga menetapkan lima tersangka lainnya. Mereka adalah Sisprian Subiaksono (SIS) selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC); Orlando Hamonangan (ORL) selaku Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC); John Field (JF) selaku pemilik PT Blueray (BR); Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR; dan Dedy Kurniawan selaku Manager Operasional PT BR.<\/p>\n<p>KPK menduga kasus ini berawal pada Oktober 2025 ketika Orlando Hamonangan dan Sisprian Subiaksono bersama John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan melakukan pemufakatan jahat. Mereka mengatur perencanaan jalur importasi barang yang akan masuk ke Indonesia.<\/p>\n<p>Selanjutnya, KPK mengumumkan Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan (P2) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Budiman Bayu Prasojo (BBP) sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan gratifikasi terkait importasi barang. Penangkapan kemudian dilakukan di kantor pusat DJBC di daerah Jakarta Timur pada Kamis, 26 Februari.<\/p>\n<p>Budiman ditangkap karena diduga menerima dan mengelola uang dari para pengusaha yang produknya dikenai cukai dan para importir sejak November 2024. Akibat perbuatannya, ia disangka melanggar Pasal 12 B UU 31 Tahun 1999 jo.UU No.20 Tahun 2001 jo. Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script async src=\"\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/580528\/bos-infinity-international-tak-penuhi-panggilan-kpk-di-kasus-bea-cukai-gara-gara-ada-agenda-lain\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagikan: JAKARTA &#8211; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa Direktur PT Infinity International, Ali Susanto sebagai saksi pada Rabu, 17 Juni. Dia harusnya dimintai keterangan dalam dugaan suap dan gratifikasi importasi barang di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC). \u201cSaksi AS tidak hadir. Penyidik akan jadwalkan ulang,\u201d kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-86789","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"3 months ago","modified":"3 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86789"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86789\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}