{"id":83129,"date":"2026-06-01T16:16:08","date_gmt":"2026-06-01T16:16:08","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/01\/the-corrs-siapkan-album-baru-setelah-hampir-10-tahun\/"},"modified":"2026-06-01T16:16:08","modified_gmt":"2026-06-01T16:16:08","slug":"the-corrs-siapkan-album-baru-setelah-hampir-10-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/01\/the-corrs-siapkan-album-baru-setelah-hampir-10-tahun\/","title":{"rendered":"The Corrs Siapkan Album Baru Setelah Hampir 10 Tahun"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; The Corrs memberi sinyal kuat akan kembali dengan album baru. Band keluarga asal Irlandia itu mengungkap mereka sedang masuk studio untuk menyiapkan album pertama dalam hampir sepuluh tahun.<\/p>\n<p>Kabar ini menarik karena The Corrs bukan nama kecil. Grup yang melejit pada era 1990-an itu telah menjual lebih dari 40 juta rekaman di seluruh dunia. Bagi pendengar yang tumbuh bersama radio, CD, dan MTV, nama The Corrs punya tempat sendiri.<\/p>\n<p>Dikutip dari The Mirror, Minggu, 31 Mei, The Corrs kembali berkumpul setelah tur terakhir mereka. Grup ini beranggotakan empat kakak-beradik: Andrea, Sharon, Caroline, dan Jim Corr.<\/p>\n<p>Mereka hadir dalam sebuah acara perayaan di Dundalk, Irlandia, lalu berpose untuk sejumlah foto. Namun kabar paling penting justru datang dari Caroline Corr.<\/p>\n<p>Caroline, 53 tahun, mengatakan The Corrs kini sedang merekam album baru. Ia mengaku keputusan itu bahkan mengejutkan mereka sendiri.<\/p>\n<p>\u201cKami melakukan banyak hal berbeda dalam beberapa tahun terakhir, dan kami sedang merekam album lain. Harus saya akui, ini sebenarnya benar-benar mengejutkan bagi kami,\u201d kata Caroline.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Menurut Caroline, bekerja sebagai band keluarga tidak selalu mudah. Mereka sudah bersama selama bertahun-tahun. Namun, pertanyaan apakah mereka masih akan membuat rekaman baru selalu muncul.<\/p>\n<p>\u201cKarena, tentu saja, kami sudah bekerja bersama selama bertahun-tahun sebagai keluarga. Kami selalu berpikir, \u2018Ya Tuhan, apakah kami akan pernah membuat rekaman lagi?\u2019\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Caroline mengatakan, awalnya mereka hanya berpikir akan masuk studio dan membuat beberapa lagu. Namun, rencana sederhana itu berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar.<\/p>\n<p>\u201cSetiap kali kami masuk studio, kami memulainya, dan sebelumnya kami berpikir, ah, ini tidak akan jadi masalah. Kami hanya akan masuk, membuat beberapa lagu, lalu pada akhirnya selalu berubah menjadi sesuatu yang lain,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Akhirnya, The Corrs memilih melanjutkan proses itu. Mereka belum memastikan kapan album tersebut selesai.<\/p>\n<p>\u201cDan kami akhirnya memutuskan untuk terus melanjutkannya. Mudah-mudahan kami bisa menyelesaikannya suatu saat nanti. Tapi rasanya menyenangkan. Luar biasa bisa kembali masuk studio dan menulis lagi. Kami sendiri tidak percaya bahwa kami masih mampu melakukan itu,\u201d kata Caroline.<\/p>\n<p>The Corrs pernah menjadi salah satu band menonjol pada era 1990-an. Mereka merilis album pertama, Forgiven, Not Forgotten, pada 1995. Album itu terjual lebih dari 3 juta kopi di Inggris saja.<\/p>\n<p>Album kedua mereka, Talk On Corners, dirilis pada 1997. Tiga tahun kemudian, The Corrs melepas In Blue pada 2000. Dari sana, nama mereka makin dikenal luas di pasar musik internasional.<\/p>\n<p>Bagi penggemar di Indonesia, The Corrs juga bukan nama asing. Lagu-lagu mereka pernah akrab di radio dan televisi musik. Musik mereka mudah masuk telinga: pop, folk, sentuhan Irlandia, dan harmoni vokal yang rapi.<\/p>\n<p>Meski begitu, mengumpulkan empat saudara kandung dalam satu band bukan perkara gampang. Masih dikutip dari The Mirror, Andrea Corr pernah membicarakan hal itu dalam wawancara di acara This Morning pada 2019.<\/p>\n<p>\u201cKami semua ingin bermain bersama lagi. Saya senang menjadi penyanyi di band kami. Tapi memang sulit mengumpulkan kami semua karena anak-anak,\u201d kata Andrea.<\/p>\n<p>Selain kabar album baru, The Corrs juga menyita perhatian saat melihat mural besar bergambar mereka di Dundalk. Mural itu berukuran 18 meter kali 8 meter.<\/p>\n<p>Andrea menyebut ukuran mural itu membuatnya terkejut. Namun, ia menilai karya seni tersebut \u201cfantastis\u201d.<\/p>\n<p>Caroline juga memuji seniman Mister Copy yang membuat mural tersebut.<\/p>\n<p>\u201cHal-hal seperti ini sangat sulit ditangkap. Ukurannya benar-benar sangat besar. Saya sebelumnya hanya melihatnya secara daring, dan saya membayangkan ukurannya jauh lebih kecil,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cIni sangat besar. Terserah publik mau menilai seperti apa, tetapi kami benar-benar menyukainya,\u201d ujar Caroline.<\/p>\n<p>Kini, penggemar tinggal menunggu apakah proses rekaman itu benar-benar selesai menjadi album penuh. Untuk band yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun, masuk studio lagi jelas bukan perkara kecil. Apalagi publik sekarang cepat bosan. The Corrs harus membuktikan mereka masih punya lagu, bukan hanya kenangan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/musik\/577938\/the-corrs-siapkan-album-baru-setelah-hampir-10-tahun\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; The Corrs memberi sinyal kuat akan kembali dengan album baru. Band keluarga asal Irlandia itu mengungkap mereka sedang masuk studio untuk menyiapkan album pertama dalam hampir sepuluh tahun. Kabar ini menarik karena The Corrs bukan nama kecil. Grup yang melejit pada era 1990-an itu telah menjual lebih dari 40 juta rekaman di seluruh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":83130,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-83129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83129"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83129\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}